Panduan mengikuti ‘instore event’ di Jepang

Instore event– dalam bahasa Jepang ditulis インストアイベント、insutoa ibento, atau kerap disebut ‘インスト, insuto’ saja – adalah kesempatan bagi fans di Jepang untuk bertemu dan berinteraksi dekat dengan artis kesayangan mereka di luar panggung, dalam suasana yang cenderung santai dan akrab. Instore dapat dikatakan sebagai suatu ‘bonus’ bagi orang-orang yang membeli rilisan fisik dari seorang artis atau suatu band. Meskipun yang paling sering terdengar adalah instore yang digelar band-band visual kei, sebenarnya artis dari genre apa saja dan dari negara mana saja pun kerap mengadakan instore event di Jepang, termasuk artis K-pop dan artis dari negara-negara Barat. Bahkan, instore event menjadi semacam penyambung napas kehidupan bagi toko-toko CD indie, yang biasanya mengalami lonjakan penjualan CD bila artis yang merilis CD tersebut akan menggelar instore di toko mereka. Ingin mengikuti instore? Yuk, kita pelajari caranya melalui pengalaman yang kami bagi ini.

Contoh tiket instore, dari toko littleHEARTS

Contoh tiket instore, dari toko littleHEARTS

Di mana sih instore biasanya digelar? Namanya juga ‘instore’, acara ini tentunya diadakan di toko-toko yang menjual CD. Toko-toko itu mulai dari yang berkaliber besar seperti TOWER RECORDS, HMV, dan TSUTAYA, sampai ke bertaraf indie seperti ZEALLINK, Brand-X, Jishuban Club, dan Like An Edison. Sebagian toko tersebut, terutama yang berukuran besar, mungkin memiliki aula tersendiri untuk menggelar acara. Sementara toko-toko indie biasanya akan menutup bisnis mereka untuk sementara saat instore dilangsungkan di dalam toko mereka. Pada saat itu, tidak ada yang boleh memasuki toko selain peserta instore yang memiliki tiket. Di Tokyo, satu-satunya toko indie CD VK yang memiliki aula tersendiri sehingga instore tidak mengganggu kegiatan jual-beli adalah ZEALLINK Shibuya yang menempati sebuah gedung kecil berlantai 4 (termasuk lantai bawah tanah) di pojokan Shibuya. Toko CD cabang ZEALLINK ini ada di lantai dua, sementara aula acaranya ada di bawah tanah. Meskipun demikian, ada juga instore yang bebas ditonton oleh siapa saja karena dilangsungkan di tempat terbuka. Biasanya ini adalah instore yang digelar di toko-toko besar yang tentu saja tidak menutup toko ketika instore berlangsung. Admin bahkan pernah menghadiri minitalk SuG yang digelar di tepi jalan di depan MARUI CITY Shibuya! Jangankan ditonton orang lewat, bahkan mata para personil SuG sendiri pun beberapa kali teralihkan oleh truk-truk iklan yang kerap berlalu-lalang di jalan-jalan Shibuya dan sekitarnya. Namun ketika tiba saatnya bersalaman, personil SuG pindah ke lantai 7 dan fans diminta mengikuti dengan rapi, satu per satu, sesuai nomor urut di tiket.

Tempat pelaksanaan instore SuG di pelataran depan MARUI CITY Shibuya, Februari 2014.

Tempat pelaksanaan instore SuG di pelataran depan MARUI CITY Shibuya, Februari 2014.

Kita ambil contoh lain: TOWER RECORDS Shibuya, cabang terbesar di seantero Jepang dengan delapan lantainya plus lantai bawah tanah. Di lantai delapan ada SPACE HACHIKAI (hachikai sendiri berarti lantai delapan), sementara di lantai bawah tanah ada CUT UP STUDIO yang memiliki panggung musik tersendiri. Bila instore digelar di kedua tempat itu, maka sifatnya tertutup karena keduanya merupakan aula khusus yang tidak bisa dimasuki sembarangan. Contohnya adalah hi-touch dengan Park Jungmin dan Kim Hyungjun yang dilangsungkan di SPACE HACHIKAI, dan minilive serta hi-touch UNiTE yang pernah digelar di CUT UP STUDIO. Namun di TOWER RECORDS Shibuya ini instore juga bisa digelar di lantai-lantai tempat penjualan CD ataupun di pelataran sebelum pintu masuk di lantai 1, sehingga bebas untuk dilihat siapa saja. Akan tetapi, tetap yang boleh berdiri di dekat panggung dan mengikuti acara seperti foto bersama atau pemberian tanda tangan hanyalah yang memegang tiket yang diperoleh dari pembelian CD. Jadi kalau tidak punya tiket kita hanya bisa menonton dari jauh. Oh iya, pada hari yang sama, dan bahkan pada jam yang sama namun di lantai yang berbeda, di TOWER RECORDS Shibuya ini bisa saja digelar lebih dari satu instore event lho! Semuanya tertata rapi, sehingga bahkan ketika saat itu kita ada di gedung yang sama namun di lantai berbeda, bisa saja kita tidak tahu bahwa ada acara sedang berlangsung!

Kadang-kadang, pihak toko menggunakan atau menyewa gedung lain sebagai tempat pelaksanaan instore. Misalnya, terkadang ZEALLINK memanfaatkan livehouse AREA di Takadanobaba sebagai tempat instore. Hitouch bagi pembeli CD 2PM, Winter Games, di TOWER RECORDS diselenggarakan di BIG SIGHT, karena tentu saja cabang TOWER RECORDS mana pun tidak akan sanggup menampung penggemar 2PM yang membludak. Di Fukuoka, UNiTE dan toko Shinseido pernah menggelar instore event di pelataran terbuka di salah satu pusat perbelanjaan di sana. HERO juga beberapa kali menggelar instore event di gedung perusahaan rekaman mereka sendiri.

Bagaimana cara mengikuti instore? Kalau untuk visual kei, CD baru biasanya dirilis di hari Rabu, dan pada hari itu juga tiket instore akan mulai dibagikan kepada setiap pembeli. Tiket biasanya bernomor urut, meskipun ada juga yang tidak. Siapa cepat dia dapat, namun nomor urut tiket bisa saja diacak. Tidak adil? Hm, kalau dilihat-lihat sistem ini ada bagusnya juga kok. Kalau nomor tiket diacak, tidak ada gunanya kamu menunggu dari malam sebelum toko buka untuk memperoleh tiket bernomor urut paling kecil, misalnya. Namun bila peserta instore diperkirakan tidak begitu banyak, nomor bisa saja diberikan sesuai urutanmu datang ke toko untuk membeli CD.

Instore UNiTE di Fukuoka diselenggarakan di tempat terbuka di Canal City Hakata, Februari 2014.

Instore UNiTE di Fukuoka diselenggarakan di tempat terbuka di Canal City Hakata, Februari 2014.

Kamu bisa memesan CD tersebut sebelumnya (pre-order), baik dengan membayar uang muka dulu ataupun membayar lunas, mungkin antara 500 sampai 1000 yen. Nantinya CD tersebut dapat diambil dalam jangka waktu tertentu (antara seminggu-10 hari) setelah tanggal perilisan CD, sekaligus bersama tiket instore. Atau kamu juga bisa membeli tepat di hari rilis sampai ke hari H, selama persediaan masih ada (lihat subjudul berikutnya). Ingat, kamu harus membeli CD di toko yang akan menggelar instore. Jadi tidak bisa, misalnya, kamu ingin ikut instore di ZEALLINK cabang Takadanobaba namun membeli CD-nya di ZEALLINK cabang Shibuya, meskipun keduanya adalah satu perusahaan.

CD di Jepang biasanya dirilis dalam lebih dari satu tipe. Terkadang kita bisa dapatkan tiket instore dengan membeli satu CD dari satu tipe saja. Namun kadang-kadang kita harus membeli dua tipe atau lebih, barulah memperoleh selembar tiket instore. Instore tidak selalu digelar setelah CD-nya dirilis. Sebagian instore digelar sebelum CD-nya dirilis, sehingga tiket akan diberikan hanya kepada penggemar yang terlebih dahulu memesan CD tersebut, biasanya dengan membayar lunas. Misalnya adalah DIV, yang menggelar sebagian besar instore mereka untuk singel Point of View sebelum CD-nya sendiri dirilis 27 Agustus 2014. Saat membeli CD dan memperoleh tiket, kita juga biasanya memperoleh secarik kertas untuk menuliskan pertanyaan untuk personil band, bila mata acara instore-nya adalah minitalk. Sebelum acara dimulai, staf akan mengumpulkan kertas-kertas ini untuk kemudian diserahkan kepada band. Bila kamu beruntung, pertanyaanmu akan terpilih dan dibacakan serta dijawab secara langsung!

Contoh tiket instore LIPHLICH dan kertas tempat menuliskan pesan bagi mereka.

Contoh tiket instore LIPHLICH dan kertas tempat menuliskan pesan bagi mereka.

Untuk musisi-musisi yang lebih besar, barangkali kita tidak otomatis memperoleh tiket instore, karena tiket/kartu untuk mengikuti acara tersebut disisipkan secara acak di dalam CD yang dijual. Jadi, bisa dapat bisa tidak. Bahkan untuk event Winter Games, misalnya, meskipun kita sudah beruntung memperoleh kartu dalam CD yang kita beli, satu kartu hanya membolehkan kita hi-touch dengan satu personil 2PM saja. Kita tentunya tidak bisa mengatur kartu bergambar siapa yang akan kita peroleh. Ini tentunya taktik untuk mendongkrak penjualan juga. Dan kenyataannya, memang banyak penggemar Jepang tidak ragu menghamburkan uang demi memperoleh kartu hi-touch yang sesuai dengan biasnya, dalam jumlah lebih daripada selembar!

Apakah ada kemungkinan kita kehabisan tiket instore? Ya, tentu saja. CD distok dalam jumlah terbatas di setiap toko sebelum hari pelaksanaan instore, terutama toko-toko indie. Akibatnya, sebelum hari pelaksanaan instore, bisa jadi CD dan tiket instore sudah amblas duluan. Ini tentu saja berkaitan dengan daya tampung saat instore. Toko-toko besar dengan ruang yang besar bisa menjual CD dan membagikan tiket instore dalam jumlah lebih banyak dibandingkan toko-toko indie yang umumnya sempit. Bisa saja tiket instore disediakan dalam jumlah melebihi daya tampung toko, dengan risiko sebagian pemegang tiket hanya mengikuti sebagian mata acara (perincian lebih mengenai mata acara, lihat subjudul berikutnya). Misalnya, pemegang tiket nomor 1-100 boleh mengikuti talk dan berfoto bersama, namun pemegang tiket di atas 100 hanya bisa berfoto setelah talk usai. Selama talk berlangsung, penggemar yang tidak kebagian tempat di dalam harus menunggu di luar toko sampai mereka dipanggil oleh staf. Oleh karena itu bila CD keluaran seorang artis/sebuah band diperkirakan akan laris sekali sehingga sulit memperolehnya langsung di toko setelah rilis, pre-order adalah cara teraman untuk memastikan kamu mendapatkan CD itu dan tiket instore-nya sekaligus.

Instore apa-apa saja macamnya? Ada aneka ragam mata acara instore. Sebuah instore bisa saja hanya memiliki satu mata acara, namun bisa juga dua atau bahkan tiga sekaligus. Untuk merayakan rilis CD yang sama, mata acara instore di beberapa toko bisa berbeda-beda. Oleh karena itu kamu harus meneliti jadwal di situs atau blog resmi band untuk menentukan instore mana yang bukan hanya tanggal, melainkan juga mata acaranya pas dengan yang kamu inginkan.

Contoh tiket-tiket instore Chanty. Di setiap tiket, tertera mata acara yang berbeda, entah itu pemberian tanda tangan, foto bersama, dll.

Contoh tiket-tiket instore Chanty. Di setiap tiket, tertera mata acara yang berbeda, entah itu pemberian tanda tangan, foto bersama, dll.

Berikut adalah beberapa bentuk mata acara yang umum. Admin menyertakan tulisan dan cara baca dalam bahasa Jepang, siapa tahu kamu perlu bertanya ke staf atau penjaga toko. Terkadang meskipun nama mata acara berasal dari bahasa Inggris, kamu harus mengucapkannya a la Jepang agar kamu dan staf saling paham.

–  Minitalk atau sering disebut talk saja(トーク, tooku). Band akan mengobrol mengenai macam-macam topik, mungkin dipandu oleh MC ataupun sebebas-bebasnya mereka mau berbicara apa. Dalam sebagian minitalk mereka akan membacakan dan menjawab beberapa pertanyaan yang sudah dikumpulkan sebelumnya dari hadirin.

–  Jabat tangan atau handshake (握手, akushu), biasanya kamu juga bisa berbicara sedikit dengan personil band saat sedang bersalaman dengan mereka

–  Tos atau hitouch (ハイタッチ, haitacchi – dalam bahasa Inggris sebenarnya disebut high-five), biasanya berlangsung lebih cepat daripada jabat tangan sehingga tidak sempat berbicara dengan personil band.

–  Pemberian tandatangan atau fansigning (サイン , sain). Cek apakah tanda tangan hanya akan diberikan di sampul CD yang telah kamu beli, atau boleh di barang pribadi (私物, shibutsu) apa saja yang kamu bawa, entah itu foto, poster, cermin, kover telepon genggam, buku tulis, muffler towel, atau… apa saja!

–  Berfoto bersama (撮影会, satsuei-kai), baik dengan personil kesayangan (lazim disebut 2-shot) atau seluruh personil band (4-shot, 5-shot, 6-shot, tentunya tergantung jumlah personil band). Kamu harus cek, apakah sesi foto bersama ini adalah sesi cheki, yang berarti kamera polaroid disediakan oleh pihak band, ataukah kamu harus membawa kameramu sendiri (boleh kamera telepon genggam, kamera digital, kamera polaroid, apa saja).

– Minilive (ミニライブ, miniraibu) atau acoustic live (アコースティックライブ). Band akan mempersembahkan sejumlah lagu bagi orang-orang yang telah membeli CD mereka. Dalam pertunjukan akustik band membawakan sekitar 3-4 lagu, sementara untuk minilive mungkin setnya bisa lebih panjang.

Tandatangan bisa diberikan di sampul depan, tengah, ataupun belakang CD, ataupun di CD-nya langsung.

Tandatangan bisa diberikan di sampul depan, tengah, ataupun belakang CD, ataupun di CD-nya langsung.

Selain mata-mata acara umum itu, terkadang ada mata acara unik. Contohnya, HERO pernah menggelar instore dengan mata acara bersulang (toast) bersama personil favorit (disediakan minuman tidak beralkohol untuk yang di bawah umur). Sementara LIPHLICH pernah menggelar instore yaitu penggemar bebas memotret mereka berkali-kali dengan kamera sendiri, seolah-olah penggemar adalah fotografer. Beberapa band juga biasanya punya mata acara tambahan bagi penggemar yang membeli pernak-pernik (misalnya cheki) di hari pelaksanaan instore event. Contohnya adalah Chanty. Setelah mata acara utama instore selesai, penggemar yang membeli pernak-pernik mereka seharga 2.000 yen akan memperoleh satu tiket 2-shot, berlaku kelipatan. Jadi kalau kamu membeli pernak-pernik seharga 6.000 yen, kamu pun akan mendapatkan tiga tiket 2-shot. Mau berfoto tiga kali dengan personil yang sama ataupun dengan personil yang berbeda-beda, boleh-boleh saja.

Bisakah menyerahkan hadiah atau surat kepada personil band? Dan kalau acaranya adalah pemberian tanda tangan, bisakah kita meminta mereka juga menuliskan hal-hal lain, misalnya nama kita di barang yang ditandatangani? Terkadang, kita boleh menyerahkan hadiah atau surat secara langsung kepada personil band, misalnya sewaktu kita sedang berjabat tangan atau meminta tanda tangannya. Namun dalam beberapa instore, hal tersebut dilarang. Untuk yang ingin memberikan hadiah/surat, akan disediakan kotak-kotak khusus untuk meletakkan pemberian itu. Sama halnya dengan menuliskan hal-hal selain tanda tangan. Staf ZEALLINK, misalnya, akan secara khusus mengumumkan bahwa kita tidak boleh meminta coretan lain seperti nama dan gambar. Ini dimaksudkan agar proses pemberian tanda tangan berlangsung cepat. Namun terkadang personil bandnya sendiri yang akan menanyakan namamu dan menuliskannya, atau menambahkan coret-coretan tanpa diminta. Pokoknya, upayakan untuk senantiasa mendengarkan arahan staf pada hari H. Hal-hal lain yang mungkin mereka umumkan: kalau boleh memilih 2-shot atau berfoto bersama seluruh personil band, mungkin yang mengambil pilihan kedua akan diminta berfoto duluan, sedangkan yang 2-shot belakangan.

Tanpa diminta, Nonaka Taku (Chanty) menandatangani foto ini dan menambahkan tulisan ZEAL (dari ZEALLINK, toko tempat instore) dan tanggal hari itu.

Tanpa diminta, Nonaka Taku (Chanty) menandatangani foto ini dan menambahkan tulisan ZEAL (dari ZEALLINK, toko tempat instore) dan tanggal hari itu.

Misalnya nih, di suatu toko digelar instore berupa pemberian tanda tangan, atau berfoto bersama. Saya ingin dapat tanda tangan atau berfoto lebih dari satu kali. Bisa? Tentu bisa dong, selama kamu membeli CD dalam jumlah yang sesuai untuk memperoleh tiket. Mau pegang 10 tiket karena kamu membeli 10 CD juga boleh. Tinggal peraturan di hari H saja yang kamu perhatikan. Biasanya untuk berfoto bersama, semua tiketmu akan dihabiskan sekaligus. Jadi kalau kamu punya 10 tiket berfoto bersama, kamu akan difoto 10 kali berturut-turut, meski gayanya boleh bergonta-ganti. Untuk pemberian tanda tangan juga mungkin kamu langsung saja serahkan semua tiketmu agar semua barang yang kamu bawa bisa ditandatangani sekaligus. Ini pilihan yang cepat dan praktis. Akan tetapi, terkadang staf akan menawarkan apakah kamu mau semua CD atau barangmu ditandatangani bersamaan, atau kamu mau kembali ke ujung barisan setiap kali kamu selesai memperoleh tanda tangan dari masing-masing personil. Beberapa fans lebih memilih yang terakhir ini, karena berarti mereka bisa bertatap muka langsung dengan artis kesayangannya lebih daripada sekali.

Tanda tangan GIGAMOUS di sampul CD mereka.

Tanda tangan GIGAMOUS di sampul CD mereka.

Selain bisa bertemu dan berinteraksi dekat dengan artis, keuntungan lain bagi fans yang rajin menghadiri instore adalah bertambahnya kemungkinan para personil band mengingat mereka. Tentu, bila bandnya sudah cukup besar dan punya banyak sekali penggemar, susah bagi mereka mengingat fans satu per satu. Namun bila basis penggemar band tersebut masih cukup kecil, dan kamu sering datang ke instore dan live mereka, lama-kelamaan mereka akan ingat. Apalagi kalau kamu juga kerap berinteraksi dengan mereka di dunia maya. Admin pernah mengalami, vokalis salah satu band yang acaranya sering admin hadiri, tahu-tahu menyapa admin sambil menyebutkan nama admin meskipun admin tidak pernah memberitahukannya kepadanya secara langsung. Akan tetapi ia tentunya membaca tweet-tweet terima kasih admin kepadanya setiap kali selesai menghadiri satu acara, dan tentunya mudah saja untuk menghubungkan nama admin (yang sama sekali tidak berbau Jepang) dengan wajah asing yang sering ia lihat di instore. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kata-kata dan sopan-santun kita kepada musisi kesayangan di media sosial. Siapa tahu lho, suatu hari nanti kamu bisa bertemu dia secara langsung dalam acara-acara semacam instore. Tentunya kamu mau dong dikenali dan disayang sebagai penggemar yang baik dan sopan? Bila ada hal-hal yang kamu masih belum mengerti, atau kamu mungkin ingin berbagi pengalamanmu sendiri, silakan tinggalkan komentarmu di bawah. Semoga tulisan kami ini membantu kamu yang ingin mengikuti instore bersama musisi kesayangan, ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s