One-man Black Gene for the Next Scene, 2.5 Jigen Theater 06052014

Seandainya kamu menghadiri one-man Black Gene for the Next Scene (BFN) yang berjudul 2.5 Jigen Theater(Teater Dimensi 2,5) di Tokyo 6 Mei 2014 lalu, mungkin inilah yang terjadi padamu.

1. Kemungkinan kamu sudah sedari lama membeli tiket one-man ini. Mungkin di akhir one-man mereka sebelumnya tahun lalu, DANCE TO RAVE, pada 10 November 2013, karena tiket memang pertama kali dijual saat itu. Kamu tidak mengeluarkan uang sebanyak untuk one-man lain pada umumnya, karena BFN sejauh ini memang menjual tiket one-man mereka dengan harga murah. Untuk 2.5 Jigen Theater, mereka hanya menarik biaya 2.500 yen/lembar.

BFN-may2014-02

2. Pada hari konser, kamu pun menuju ke loka bernama Akasaka BLITZ yang terletak di daerah mentereng Akasaka. Mungkin sebelum menuju BLITZ kamu justru berjalan-jalan atau makan-makan dulu di daerah tersebut. Lalu saat melihat BLITZ, bila sebelumnya kamu lebih banyak menghabiskan waktu di livehouse-livehouse kecil seperti yang banyak terdapat di Shibuya atau Ikebukuro, kamu mungkin membatin, “Wah, bagus amat livehouse ini.” BLITZ merupakan bagian dari kompleks milik TBS, Tokyo Broadcasting System. Kamu pun menjadi semakin bersemangat. BFN telah memilih loka yang keren

3. Setelah mengantri, kamu pun masuk ke dalam BLITZ. Dengan membayar uang minum 500 yen di pintu, kamu memperoleh satu token yang bisa kamu tukarkan dengan satu minuman non-alkohol. Sedangkan bila ingin memperoleh minuman beralkohol, harus menambah 100 yen lagi. Sepertinya ini adalah perubahan yang baru berlaku sejak kenaikan pajak bulan April lalu. Dulu, livehouse-livehouse menerapkan kebijakan uang minum 500 yen dan kita bisa memilih minuman beralkohol ataupun tidak.

4. Ketika masuk, kamu agak kaget ketika seorang staf sambil tersenyum menyerahkan sehelai cheki BFN secara gratis padamu sebagai hadiah. Wah, sungguh kejutan, karena seingatmu BFN tidak mengumumkan apa-apa soal ini. Ataukah pengumumannya terlewat olehmu? Apa pun itu, ini ‘kejutan’ manis untukmu sebagai seorang Gene, penggemar BFN. Apalagi BFN selalu menjual cheki mereka dengan harga 1.000 yen per lembar, di atas kebanyakan band lain yang mematok harga 500 yen.

5. Kamu mungkin ingin terlebih dahulu menuju kios pernak-pernik BFN untuk membeli cheki, CD,atau ‘peralatan perang’ untuk konser. Beberapa perlengkapan konser bagi Gene adalah: cincin lampu warna-warni, muffler towel, dan kipas lipat. Terutama kipas lipat yang digunakan Gene dengan ekstensif dalam beberapa lagu!

BFN-may2014-05

6. Sebelumnya mungkin kamu pernah menghadiri konser BFN, atau mungkin ini adalah kali pertamamu, namun kamu telah mendengar mengenai betapa ‘rusuh’nya penonton mereka saat pertunjukan. Kamu pun sudah menyiapkan diri dengan mengenakan pakaian yang enak dipakai (jins dan kaus adalah pilihan bagus), juga alas kaki yang nyaman karena kamu akan banyak bergerak. Tas yang kamu bawa pun sebaiknya disimpan saja di loker (loker kecil di BLITZ 300 yen sekali buka-tutup, yang besar 500 yen). Selain mungkin mengganggu pergerakan badanmu bila kamu selempangkan atau pegang, bila kamu letakkan di lantai, tasmu mungkin akan membuat orang tersandung saat mosh. Mosh… seserius itukah konser BFN? Ya, ketika kamu tengok sekitarmu, kamu bahkan melihat beberapa orang melakukan perenggangan dan pemanasan. Wuah!

7. Saat masuk ke aula pertunjukan, kamu memikirkan hendak berdiri di mana. Mungkin palang depan (saizen) sudah penuh oleh para pemegang tiket bernomor rendah. Kalau kamu benar-benar ingin merasakan serunya mosh saat konser, berdirilah di bagian depan. Mungkin agak sesak, tapi tidak apa-apa, bersemangatlah! Lagipula dalam pertunjukan mereka, dalam lagu-lagu tertentu BFN akan maju ke depan mendekati penonton dan saat itu kamu boleh menyentuh mereka. Tidak masalah kok kalau kamu tidak berdiri di baris paling depan. Pada momen-momen itu, Gene dari baris mana pun boleh maju mendesak ke depan untuk mencoba memegang mereka, asal tetap berhati-hati agar tidak sampai menyakiti orang lain. Umumnya, semakin ke belakang, akan semakin banyak penonton yang tidak seantusias penonton di baris-baris depan, atau penonton yang memang tidak berniat ikut bergerak, sehingga mungkin suasana tidak selalu seasyik di depan.

8. Lampu-lampu digelapkan, penonton menjerit! Waktunya pertunjukan dimulai! Tirai-tirai merah raksasa yang menutupi panggung perlahan-lahan ditarik membuka, dan musik pembuka yang bernuansa techno pun terdengar. (Ngomong-ngomong, tirai-tirai merah itu memang sangat menguatkan suasana ‘teater’ seperti dalam judul konser ini.) Satu per satu anggota BFN muncul ke panggung, mengenakan kostum Cynical War mereka: Sala sang drummer, Toki sang gitaris, Rame sang basis, dan tentunya Ice sang vokalis. Dan dengan lagu itulah mereka membuka konser kali ini, diiringi pijaran nyala api yang seolah merupakan ucapan selamat datang ke ‘Monster World’. Single ini, dan B-sidenya, Piglect, yang dibawakan sesudahnya, memang belum terlalu lama dirilis. Tapi tutorial furinya sudah tersedia di channel Youtube milik label BFN. Kalaupun kamu belum sempat menonton dan mempelajarinya, jangan khawatir, karena mayoritas Gene terutama yang berada di saizen pasti sudah hapal. Tinggal ikuti mereka!

BFN-may2014-01

9. Satu hal lain yang menjadi ciri khas BFN: sesi obrolan (MC) dari Ice yang terkenal panjang. Sekali bicara, dia susah berhenti sehingga sering kali harus diperingatkan oleh member yang lain. Biasanya untuk mempersingkat waktu dia akan berbicara ngebut, namun kali ini ia memang harus berbicara agak panjang untuk mengisi waktu karena Rame sempat menghilang ke belakang panggung, entah mengapa. Mungkin membetulkan sesuatu pada basnya. Dan seperti biasa pula ada saja kekonyolan Ice, meskipun tidak disengaja. Ketika ia hendak bertanya kepada penonton apakah Akasaka jauh, ia bertanya, “Tooikatta?” Iya diam sebentar. “Ah, bukan tooikatta! Tookatta! Bagaimana sih bahasa Jepangku ini. Maaf, kok aku keder.” Terkadang Rame dan Sala juga nimbrung mengobrol, namun Toki nyaris tidak mengucapkan apa-apa. Bila tidak sedang bermain gitar dengan penuh semangat, ia lebih banyak berdiri sambil tersenyum malu-malu di kanan panggung.

10. BFN memang terkenal karena lagu-lagu mereka yang mungkin bisa digambarkan sebagai lagu-lagu dance berbalut metal. Sementara sang penyanyi Ice kadang dijadikan ‘bahan pertanyaan’ gara-gara otot-ototnya yang terjaga baik (“Ini binaragawan apa vokalis beneran?”), dan suaranyanya yang di rekaman sering diberi efek. Namun sebenarnya BFN pun punya lagu-lagu bertempo lambat di mana Ice bisa memamerkan suaranya yang powerful,yang bersumber dari paru-parunya yang tidak disentuh asap rokok. Dalam konser kali ini pilihan lagu semacam itu dijatuhkan kepada singel Natal mereka tahun lalu, Sora kara Kobore Ochiru 100 Oku no Hikari. Penonton pun hening, membiarkan diri hanyut terbawa suara Ice.

11. Lagu pelannya cukuplah satu saja. Kamu harus segera siap-siap karena BFN kembali menghantammu dengan lagu-lagu keras seperti A-jest dan Feel guilty. Pertunjukan lalu disela drum solo Sala yang dahsyat, ketika teman-temannya meninggalkan panggung untuk sementara dan membiarkan ia merajai panggung.

12. Ada kejutan lagi ketika BFN membawakan Tokyo Samurai Theater. Sebelum lagu ini dimulai, Ice meminta penonton mengeluarkan kipas mereka dan mengajak mereka latihan furi untuk lagu baru ini. Ia dan Rame sama-sama memegang kipas. “Rame-san akan memunggungi kalian, jadi kalian ikuti kanan-kirinya Rame-san, ya. Aku akan tunjukkan gerakannya dari depan. Yak, kita latihan ya!” Setelah latihan gerakan dengan kipas beberapa kali itu, BFN pun meluncurkan lagu tersebut. Tak disangka, muncul dua orang yang mengenakan pakaian tradisional Jepang hakama dan topeng alien. Mereka pun memegang kipas dan menjadi dancer sekaligus instruktor furi di depan penonton! Nanti mereka beberapa kali lagi muncul dengan peran yang sama, terkadang juga mengisengi para personil BFN, seperti berusaha mengipas rok Rame agar terkibar.

BFN-may2014-04

13. Kini konser memasuki puncaknya, sesi terkerasnya! Siapkan seluruh tenagamu dan cek apakah sepatumu terpasang baik, serta bawaanmu seperti telepon genggam telah tersimpan aman di sakumu! Pertama-tama BFN memainkan Sakuran Trance Destiny, lagu yang juga menggunakan kipas untuk furi. Lagu ini disambung dengan Namida-kHz yang furinya benar-benar menguras tenaga. Dalam lagu ini pulalah Gene melakukan gerakan furi khas mereka, yaitu mengatupkan tangan seolah berdoa, namun diangkat ke atas kepala sambil menandak-nandak. Tanpa memberi kesempatan Gene menarik napas, BFN melanjutkan dengan Gokusaimu yang melibatkan gerakan gyakudai (reverse dive). Penonton yang berada di depan palang tengah dan depan memasang badan untuk ditabrak oleh penonton dari baris-baris belakang. Rusuh!

14. Kalau kamu mengangkat kepala, terlihatlah sejumlah pria asing di balkon untuk tamu. Siapa mereka? Perwakilan perusahaan tertentu? Entahlah. Yang jelas, di awal pertunjukan mereka terlihat anteng bahkan agak bosan mengamati pertunjukan. Lama-kelamaan mereka keasyikan sendiri, malah ikut-ikutan mengangkat salam tiga jari dan menatap penuh minat terutama ke arah penonton yang sungguh enerjik. Mata mereka tampak semakin lebar ketika Gene menyiapkan death wall untuk lagu terakhir dalam set utama, Fear Dance. Ice membagi Gene menjadi dua, kiri dan kanan, yang berdiri berhadap-hadapan, menyisakan bagian tengah lantai penonton kosong. Begitu Fear Dance, awalnya penonton mengacung-acungkan kepalan tangan mereka, lalu kedua belahan penonton maju, mosh bertabrak-tabrakan! Mereka terlihat sangat senang; senyum dan tawa lebar menghiasi wajah-wajah mereka. Para tamu asing itu benar-benar tampak takjub sampai-sampai memvideokan penonton saat lagu ini. Bahkan sebenarnya seluruh pertunjukan direkam, dan akan diluncurkan dalam bentuk DVD.

15. Pada saat ini kamu tentunya sudah lelah, tersengal-sengal, namun belum puas! BFN dihujani teriakan memanggil nama mereka meminta encore, “B-F-N! B-F-N!” meskipun belum dua puluh detik mereka meninggalkan panggung. Namun penonton harus menahan diri dulu karena sebuah layar besar turun dari langit-langit. Diputarkanlah lanjutan ‘drama polisi’ yang diperankan oleh para personil BFN. Buntut dari drama polisi ini tentunya adalah pengumuman, yaitu singel BFN yang akan datang, Dead Devil Dancing, serta tur one-man mereka yang menyapu Jepang di musim dingin 2014 dan ditutup dengan final di LIQUIDROOM pada tanggal 4 Januari.

16. BFN kembali ke panggung, mengenakan kaus tur mereka kali ini. Kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana caranya melepaskan kostum mereka sebelumnya dan menggantinya dengan kaus itu tanpa merusak tatanan rambut mereka… Ice atas nama bandnya berterima kasih sekali lagi kepada penonton yang telah hadir dan meminta encore. Rame sedikit mengungkapkan khayalannya tentang BFN bermain di dome – ya, moga-moga suatu hari nanti, siapa tahu! Dan encore bukan berarti pendinginan. BFN membawakan singel pertama mereka, DOOM, yang diikuti LIMIT OVER. Pompa lagi adrenalinmu!

BFN-may2014-03

17. Biasanya, band akan berfoto dengan penonton sebagai latar belakang di akhir pertunjukan. Namun kali ini BFN meminta waktu untuk berfoto di tengah-tengah encore. Mumpung rambutnya masih oke, kata BFN. Hm, cek! Apakah posisimu memungkinkan wajahmu terekam jelas di kamera? Apakah bayang-bayang balkon menaungi tempatmu berdiri? Haruskah tanganmu memberi tanda khusus agar terlihat di foto itu nanti? Dan tersenyumlah dengan lebar, karena kamu telah bersenang-senang bersama BFN hari itu!

18. Setelahnya BFN kembali menggenjot semangat penonton dengan tiga lagu berturut-turut – Midnight coaster yang merupakan lagu pembuka album penuh pertama mereka DANCE TO RAVE, lantas Odoritai, odorasetai, odorenai neko dengan gerakan tangan yang meniru kucing, serta Glow Test Kraken sebagai penutup. Mosh kembali terjadi!

19. Penutup…? Ah, tidak! Belum! Kamu juga saat itu mungkin sudah menyadari bahwa mereka belum memainkan CHANGE TO CHANCE (CTC) yang sejak diluncurkan menjadi favorit saat live karena furinya yang dinamis. Rasanya tidak mungkin deh lagu itu tidak dimainkan di acara sepenting ini. Benar saja! Malam ini BFN menghadirkan double encore! Siapkan lagi napasmu! BFN masih menyimpan DistRhyme dan tentu saja CTC sebagai penutup konser sungguhan! Suasana semakin meriah ketika pita-pita perak berjatuhan dari langit. Tidak hanya ke barisan penonton di depan, melainkan menghujani seluruh area lantai penonton yang tidak tertutup balkon! Kini tangan-tangan yang teracung dan memutar-mutar saat CTC pun memegangi pita-pita perak itu. Akhir yang meriah dan cantik untuk malam yang sangat menyenangkan!

20. BFN berterima kasih sekali lagi sebelum benar-benar mundur ke balik panggung. Lampu-lampu kembali menyala, menyinari wajah-wajah bahagia penonton. Meskipun jantung masih berdegup kencang, berjalanlah meninggalkan aula pertunjukan dengan tenang. Jangan lupa ambil barang-barangmu di loker, kalau ada. Silakan mengambil minuman atau berbelanja lagi bila belum. Bila jumlah total belanjamu membuatmu memperoleh kesempatan berfoto berdua dengan BFN, silakan menuju tempat berbaris yang telah disiapkan di undak-undakan depan BLITZ dan ditandai dengan nama masing-masing personil. Kalau merasa sudah cukup dan ingin langsung pulang, silakan menuju salah satu stasiun kereta terdekat dari BLITZ, yaitu stasiun Akasaka (jalur Chiyoda) atau Akasaka-mitsuke (jalur Marunouchi/Ginza). Selamat, kamu baru saja mengalami 2,5 jam yang sangat seru! Otsukaresama deshita! Sampai jumpa dengan BFN di lain waktu!

Foto dari ameblo Sala.

Foto dari ameblo Sala.

Setlist Black Gene for the Next Scene 06052014
1. Cynical War
2. Piglect
3. Shijigen Mushroom
4. Sora kara Kobore Ochiru 100 Oku no Hikari
5. A-jest
6. Feel guilty
Solo drum
7. SHOW the cloven hoof
8. Tokyo Samurai Theater
9. Sakuran Trance Destiny
10. Namida-kHz
11. Gokusaimu
12. Fear Dance

Encore 1
13. DOOM
14. LIMIT OVER
15. Midnight coaster
16. Odoritai, odorasetai, odorenai neko
17. Glow Test Kraken

Encore 2
18. DistRhyme
19. CHANGE TO CHANCE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s