D=OUT WO AI NI Tour ASIA DISCO 2013 Beijing 15062013

D=OUT (ダウト)  pada bulan Juni 2013 menggelar konser di beberapa kota di Asia Timur di bawah bendera tur ‘WO AI NI Tour ASIA DISCO 2013’.  Kota-kota yang mereka sambangi adalah Taichung, Taiwan sebagai pembuka (12 Juni), dilanjutkan Seoul (14 Juni), Beijing (15 Juni), Hangzhou (16 Juni), Shenzhen (19 Juni), Hong Kong (21 Juni), Makau (22 Juni), dan ditutup di Taiwan lagi, yaitu di Taipei (23 Juni).  Kebetulan, salah satu admin RekON berada di Beijing untuk keperluan pekerjaan pada tanggal 15 Juni.  RekON pun nekad meminta izin dari atasan pada hari itu demi bisa menghadiri konser D=OUT.  Untungnya, atasan RekON mengizinkan!

dauto-15062013-rekon-tp-01

Satu hal teratasi, hal berikutnya adalah memperoleh tiketnya.  Masih sulit memperoleh tiket konser di Beijing apabila kita tidak menguasai bahasa Mandarin.  Tiket D=OUT resmi dijual di situs Taobao, yang tidak menyediakan layanan berbahasa Inggris, dan yang pendaftarannya juga tidak begitu mudah.  RekON memutuskan untuk langsung mengontak Yu Gong Yi Shan, venue konser D=OUT di Beijing.  Syukurlah sejumlah staf di sana bisa berbahasa Inggris dengan sangat baik.  Mereka mengatakan akan menyisihkan satu tiket untuk RekON dengan harga presale (200 yuan) yang bisa diambil pada hari-H.  Padahal bila membeli tiket pada hari-H, seharusnya dengan harga 250 yuan!

Konser D=OUT di Beijing ini pun terasa sangat istimewa, karena untuk beberapa lama tidak ada band Jepang yang diberi izin manggung di Cina akibatketegangan politik antara kedua negara.  Beberapa band sebelumnya telah membatalkan penampilan mereka di negara Tirai Bambu tersebut.  Untunglah sekarang atmosfer politik sudah lebih kondusif, sehingga D=OUT bisa tampil di beberapa kota di Cina – apalagi D=OUT kan terkenal gemar menyertakan unsur-unsur Jepang dalam penampilan maupun musik mereka!

Pada  hari-H, RekON pun menaiki subway Beijing line 5 dan turun di stasiun Zhangzizhonglu, keluar melalui Exit A, dan cukup berjalan kira-kira 200 meter ke arah kanan untuk tiba di Yu Gong Yi Shan.  Livehouse ini memanfaatkan sebuah rumah tua, jadi jangan heran bila dari depan yang tampak hanyalah tembok rumah berwarna abu-abu dan sebuah pintu merah.  Seandainya tidak ada papan nama kecil bertuliskan hanzi ‘Yu Gong Yi Shan’ dan daftar harga merchandise yang ditempelkan di pintu, mudah sekali melewatkan tempat ini karena tidak mencolok.  Sebenarnya pada hari itu petunjuk paling jelas bahwa betul di situ venue konser D=OUT adalah sejumlah penggemar yang sudah berkumpul, beberapa orang di antaranya mengenakan yukata berwarna-warni, baik laki-laki maupun perempuan.  Dari dalam, sayup-sayup terdengar D=OUT melaksanakan soundcheck.

dauto-15062013-rekon-tp-02

Penggemar dipersilakan menandatangani spanduk yang dibentangkan di trotoar.  Disediakan spidol lima warna, dan penggemar dipersilakan menuliskan pesan untuk personil favoritnya dengan warna spidol yang sesuai.  Ketika RekON menuliskan pesan untuk Kouki dengan menyebutkan negara asal RekON, penggemar lain sangat terkejut.  “Waaah, Indonesia!” seru mereka.  Sebenarnya sih, ada beberapa penggemar yang juga berasal dari negara lain seperti Jepang, namun mereka takjub begitu karena menurut mereka Indonesia jauh sekali barangkali, ya.  Eh, memang jauh, sih!

Seorang staf keluar dan menempelkan dua buah poster konser ASIA DISCO Beijing di pintu masuk, lalu menghilang lagi ke dalam.  Penjualan merchandise sebenarnya dijadwalkan dimulai pukul empat sore waktu setempat, namun mengalami keterlambatan sekitar setengah jam.  Begitu pintu dibuka, penggemar pun bergegas masuk melewati pintu yang kecil, khas bangunan-bangunan lama Cina.  Aula depan remang-remang, dengan meja penjualan merchandise di satu sisi, sementara kotak-kotak bertempelkan nama masing-masing personil untuk meletakkan hadiah diletakkan di atas sebuah meja di sisi lain aula.  Sebetulnya RekON membawakan sedikit oleh-oleh untuk semua personil D=OUT dengan pesan dari Indonesia, tapi berhubung tidak ada kotak untuk mereka berlima sekaligus, RekON letakkan saja bungkusan tersebut di dalam kotak untuk Kouki.

dauto-15062013-rekon-tp-03

RekON pun membeli sejumlah merchandise, diiringi  Aisuru Hito yang dibawakan untuk soundcheck, yang terdengar semakin jelas di dalam bangunan dibandingkan di luar tadi.  Total pembelian RekON pada awalnya 450 yuan (1 yuan = kira-kira 1600-1700 rupiah), tapi staf penjualan yang tidak bisa berbahasa Inggris dengan susah-payah berusaha menerangkan bahwa bila berbelanja sebesar minimal 500 yuan,  akan dapat kesempatan berfoto berenam (6-shot) bersama D=Out.  Wuah! Hampir saja!  Soalnya, tadinya RekON kira semua yang datang dapat 6-shot, ternyata hanya untuk pembelian kelipatan 500 yuan.  Terima kasih, mbak-mbak staf!  RekON pun menambah sedikit lagi belanjaan agar memperoleh giliran 6-shot, kemudian mengambil tiket yang disimpankan oleh staf Yu Gong Yi Shan.

Setelah penjualan merchandise selesai, bangunan kembali dikosongkan dari penggemar, yang diminta menunggu beberapa waktu sebelum diperbolehkan masuk ke aula pertunjukan.  Pintu depan kembali ditutup dan baru dibuka lagi sekitar pukul 6.  Penggemar dipersilakan masuk dan berbaris satu per satu berdasarkan nomor urut yang tertera di tiket masing-masing.  Karena nomor urut RekON adalah 98, RekON kedapatan mengantri di luar bangunan.  Untung juga sih, karena di saat Beijing sedang gerah-gerahnya, lebih enak mengantri di luar.  Dengan begitu RekON masih dapat embusan angin sepoi-sepoi, bukannya berdempet-dempetan di dalam.

dauto-15062013-rekon-tp-04Penggemar merubungi meja penjualan merchandise.

Cukup lama juga sebelum akhirnya pintu ke dalam aula pertunjukan dibuka.  Aula pertunjukan cukup besar dan panjang, dengan bagian belakang yang lebih tinggi daripada lantai yang berada tepat di depan panggung.  Cat dinding berwarna merah dan mengelupas, mungkin sengaja dibiarkan untuk mempertahankan kesan vintage.  Di dinding terdapat sejumlah palang berbantalan yang bisa disenderi bila penonton lelah.

Hari itu, penonton yang datang hanya sekitar 100 orang (kebanyakan perempuan), sehingga lantai tengah cukup kosong.  Oleh karena kebanyakan penonton menyemut di bagian tengah, admin lebih memilih untuk berdiri di sisi kiri saja, di depan Hikaru.  Admin mendapat posisi di barisan ketiga.

Musik pembuka konser pun dimainkan, mengiringi ditayangkannya VCR yang menunjukkan nama-nama kota yang menjadi persinggahan tur ASIA DISCO 2013.  Kemudian tampak kelima personil D=OUT bergantian memegang dan memutar-mutar payung tradisional bercorak merah-putih.  Begitu VCR usai, Minase pun memasuki panggung, diikuti Hikaru, Reika, Ibuki, dan terakhir Kouki yang disambut jeritan meriah.  Kostum yang mereka kenakan sama dengan yang ada di poster tur.  Mereka langsung menggebrak dengan Kabuki DISCO, disusul Killer Tune. 

Sayangnya, sedari awal penampilan mereka terganggu oleh buruknya soundsystem.  Berulang kali speaker berdenging; suara yang keluar pun seringkali tidak seimbang sehingga terkadang yang terdengar jelas hanya suara drum dan bass, sementara suara gitar pecah dan tidak menyatu dengan instrumen lain.  Sepertinya para personil D=OUT pun menyadari hal ini, namun berusaha keras mengompensasi hal itu dengan tampil habis-habisan dan banyak berinteraksi dengan penonton, berulang kali memancing gelak tawa mereka.  Hikaru yang berdiri lurus di depan RekON, misalnya, berkali-kali tersenyum manis kepada penonton yang berdiri di hadapannya, satu per satu.

dauto-15062013-rekon-tp-05Sejumlah trading card yang RekON peroleh dari membeli ‘happy pack’.  
Di sebelah bawah adalah tanda tangan kelima personil D=OUT.

Kouki berusaha menyapa penonton dengan mengandalkan contekan bahasa Mandarin di lantai.  Ia kesulitan mengucapkan kata-kata tersebut dengan nada yang tepat, sehingga penonton malah tidak mengerti.  Kouki pun menyerah dan bertanya, “Nihongo wakaru? (Kalau bahasa Jepang, mengerti?)  Japanese ok?”  Penonton serempak menjawab, “OK!” Dan tiba-tiba Kouki pun menyerocos dalam bahasa Jepang, cepat sekali!  Penonton jadi tertawa sambil berseru, “Terlalu cepaaat!”  Kouki juga tergelak dan berbicara dengan lebih lambat serta menggunakan kata-kata sederhana.

Menghadapi penonton yang kebanyakan belum hapal atau malah belum tahu furi untuk lagu-lagu D=OUT, Kouki pun berkali-kali mencontohkan dan memberi instruksi gerakan dalam beberapa lagu.  Ia juga dibantu beberapa penggemar berat yang menempati barisan paling depan.  Penonton pun dengan bersemangat mengikuti.  Di beberapa lagu seperti Barairo no Jinsei seluruh personil D=OUT ikut ber-headbanging bersama penonton.  Sekali, ketika Kouki mencontohkan cara memutar-mutar handuk, handuk yang ia pegang terlepas dan terbang sampai tersangkut di pipa di langit-langit.  Namun bukan hal sulit bagi Kouki yang jangkung untuk melompat dan mengambil handuk itu lagi!  Oh ya, Kouki juga sempat tampil mengenakan happi (atasan luar khas Jepang) dan memimpin yel-yel untuk MUSIC NIPPON.  Wah, kalau hubungan pemerintah Cina dan Jepang masih panas, mana mungkin hal ini dilakukan di Cina, ya!

Berhubung ini adalah rangkaian tur untuk mempromosikan album Kabuki DISCO, dan juga bukan kali pertama D=OUT menggelar tur di Asia Timur, maka lagu-lagu yang dibawakan banyak berasal dari album tersebut, seperti Julianna, T.S.G, Chuukyori Ren’ai, Kachoufugetsu Sakurafubuki.  Namun juga ada lagu-lagu andalan lama seperti Tachikaze Yokochou, Kimon, dan Satellite TV. Suasana sempat agak kikuk ketika Kouki bertanya kepada penonton apakah mereka sudah punya CD album baru mereka itu?  Penonton terdiam dan menjawab ragu-ragu, “Belum…”  Akhirnya Kouki hanya tertawa dan berkata, “Tidak apa-apa…”  Mungkin dia juga sadar bahwa di zaman sekarang ini, tentunya banyak penggemar yang memperoleh isi album mereka melalui jalan tidak sah alias mengunduh.

dauto-15062013-rekon-tp-08

Ketika memperkenalkan diri, para personil D=OUT menggunakan bahasa Mandarin,  “Wo shi shui? Wo shi…” (Siapa aku?  Namaku…) lantas penonton meneriakkan nama personil yang sedang berbicara.  Hikaru, Minase, Reika, dan Kouki melakukannya dengan baik.  Namun ketika tiba giliran Ibuki, ia diam saja!  Sepertinya ia terlihat malu menjajal cara memperkenalkan diri dalam bahasa Mandarin.  Meski penonton meneriakinya “Ganbatte!” ia tetap tak mau angkat bicara.  Akhirnya Kouki memimpin penonton memanggil nama Ibuki.  Sepanjang sisa pertunjukan, Kouki berganti-ganti menggunakan bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin untuk mengajak penonton mengobrol.

Kouki memang tahu benar cara membuat penonton menjerit-jerit kesenangan.  Setidaknya RekON lihat dua kali ia memberikan fanservis berupa memeluk Reika.  Dan mungkin karena gemas juga melihat Ibuki yang tampak malu-malu, Kouki merenggut bagian depan kemeja Ibuki hingga terbuka.  Yang ada ya Ibuki tambah tersipu-sipu, apalagi dia sedang sibuk bermain gitar sehingga tidak bisa membetulkan kemejanya lagi.  Sempat juga ketika Ibuki tidak mendengar apa yang dikatakan Kouki, Kouki mendekatinya dan berbisik di telinga Ibuki (cukup keras sehingga penonton bisa dengar), “Wo ai ni…”  Ibuki menjawab dalam bahasa Inggris, “Me too…”  Hal ini malah membuat Kouki kaget dan ia melompat mundur sambil berkata, “No no no no no no!”

Satu hal luput dari perhatian RekON pada awalnya.  Selain bagian tengah, juga banyak penonton berdiri di sisi kanan (sisi Ibuki).  Ternyata itu karena di sebelah situ ada undak-undakan yang menghubungkan lantai dengan panggung!  Kouki dan Ibuki sempat menuruni undak-undakan tersebut sehingga memberikan kesempatan penggemar untuk memegang mereka!

Setelah setlist utama berakhir, Kouki menyambar tangan Reika dan menggandengnya masuk ke balik panggung, lagi-lagi membuat penonton terpekik!  Panggung lantas kosong untuk beberapa lama.  Tak henti penonton meneriakkan “Encore!”  Benar-benar tanpa henti sedikit pun!  Akhirnya Minase muncul lagi bersama Reika untuk berduet jamming.  Reika lantas mengeluarkan telepon genggamnya dan menyapa penonton dengan contekan bahasa Mandarin yang ada di situ.  Ia lalu mengajak penonton meneriakkan sejumlah yel-yel dengan kata-kata Mandarin dari contekannya.  Penonton sempat kaget ketika ia meneriakkan, “Zuo xia! (Duduk!)”  Ah, ternyata Reika hendak mengajari cara melompat dari posisi jongkok, pada hitungan tiga.

Ketiga personil lain pun muncul dan encore yang terdiri atas lima lagu pun dimulai.  Selain Kouki yang mengganti juga celana panjangnya yang mengilap dengan celana panjang hitam biasa, semua personil mengganti atasan luar mereka (rompi, jas, jaket) dengan atasan dari kain bercorak bunga-bunga yang sama.  Pada encore inilah dibawakan salah satu lagu yang paling ditunggu penonton, Aisuru Hito.  Kouki mengajak menyanyikan versi Cina lagu ini bersama-sama.  Ia bahkan sempat membiarkan penonton bernyanyi sendiri.

Gelak tawa juga masih dipancing terus.  Sebelum DANCE NUMBER, Kouki menyuruh Ibuki ke tengah dan memimpin penonton meneriakkan “DISCO FEVER yeah yeah yeah!”, tapi ia tidak boleh menggunakan mikrofon.  Ibuki melakukannya dengan cukup baik, masih tetap dengan gaya malu-malu.  Begitu ia selesai, tahu-tahu Kouki meneriakkan “Encore!”   Penonton pun jadi ribut berseru-seru “EncoreEncore!”  Ibuki dengan tampang bingung pun memimpin yel-yel sekali lagi, dan saat usai lagi-lagi Kouki mengajak penonton berseru “Encore!”  Terpaksalah Ibuki melakukannya satu kali lagi.  Kouki terbahak-bahak sampai mengentak-entakkan kaki melihat Ibuki yang pasrah dikerjai begitu.

Setelah Ibuki, tiba giliran Reika dan Minase, yang melakukannya dengan cukup oke.  Tapi sewaktu giliran Hikaru, entah karena grogi atau apa, gitaris bertubuh mungil itu gagal mengeluarkan suara yang nyaring.  Dari mulutnya hanya keluar “Di…!” dengan suara kecil, lalu ia pun tercekat.  Penonton pun malah jadi memekik, “Hikaru, manisnya….”  Sementara Kouki, pertama-tama memimpin yel dengan suara diberat-beratkan, lantas ditinggi-tinggikan seperti perempuan.

Betapa pun asyiknya suatu konser, pasti ada ujungnya.  Encore ditutup dengan Hanasaku BEAUTY.  Penonton Beijing pun mengerahkan sisa-sisa tenaga mereka untuk mengakhiri konser tersebut dengan gegap gempita!  D=OUT kembali menghilang ke balik panggung setelah berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada penonton.

dauto-15062013-rekon-tp-06

Aula pertunjukan kembali dikosongkan untuk pemotretan 6-shot dengan kamera polaroid.  Penonton yang memiliki tiket 6-shot sekali lagi mengantri di aula depan.  Meskipun di tiket 6-shot ada nomor urut, penonton berbaris sesukanya saja.  Satu per satu kami pun memperoleh giliran untuk berfoto bersama kelima personil D=OUT.

RekON sempat memberi tahu D=OUT bahwa RekON berasal dari Indonesia.  Kouki membelalakkan mata dan berkata, “Wah, dari India (dalam bahasa Jepang, ‘Indo’)?  Kereeen!” “Indonesia…” teman-temannya membetulkan.  Usai berfoto, Kouki berkata “Xie xie (terima kasih)” kepada RekON.  Lho, padahal tadi mengira RekON dari India?  Ada-ada saja.

dauto-15062013-rekon-tp-07

Akhirnya selesai juga rangkaian acara bersama D=OUT hari itu.  Jam menunjukkan pukul sembilan malam; Beijing telah gelap dan angin dingin mulai bertiup.   Namun RekON yakin, para penggemar D=OUT yang datang ke konser mereka hari itu pasti masih merasakan ‘panas’nya suasana konser hingga waktu lama!

Terima kasih kepada segenap staf Yu Gong Yi Shan yang telah sangat membantu RekON!

Advertisements

2 responses to “D=OUT WO AI NI Tour ASIA DISCO 2013 Beijing 15062013

  1. Nama: Annisa Fidiya
    Twitter: @X_Chou_Chou
    e-mail: sayu.chan@yahoo.com
    pilihan hadiah: [1] CD + DVD SWO (UNiTE)

    Saya sangat senang saat artikel ini di posting. Memang kebetulan saat itu saya penasaran sekali dengan asia tour d=out dan agak hopeless bakal ada fanreport-nya karena china fans terkenal hanya berinteraksi dengan sesama china fans melalui situs/blog lokal. Tapi syukurlah ternyata ada admin rekon yg berkesempatan menonton, terlebih lagi, admin-san berdiri di bagian kiri, di depan hikaru, ah~ member d=out favorit saya, hehe o(*^.^*)o
    Artikelnya lengkap dan detail, saya bisa ikut merasakan hot atmosphere-nya live mereka. Ibuki & Hikaru yang malu-malu, serta Kouki yang lucu + fanservice yang seru, benar-benar terbayang oleh saya. Admin-san telah mewakili Indonesian’s fan, jadi saya bisa sedikit berharap kalau mereka akan melirik Indonesia untuk disambangi juga di kesempatan berikutnya, meskipun Kouki sempat salah mengira admin dari India ya :p

    Over all, saya sangat berterimakasih atas report di artikel ini & saya favoritkan artikel ini karena telah mengobati rasa penasaran saya 😀
    sukses untuk ReKon! (^o^)9

  2. Nama: Pamela Dianita Puteri
    Twitter: @_pameladp
    E-mail: namelessliberty93@gmail.com
    Pilihan Hadiah: [1] CD+DVD swo UNiTE

    Livenya seru… coba saya bisa datang…

    Oke lupakan, balik ke topik. Livenya seru banget, mereka bener-bener mencoba buat berinteraksi dengan penonton disana ya, pas part Kouki ngoceh pake bahasa Jepang itu lucu XD
    Lalu, IBUKI! ❤ member favorit saya ❤ manis, malu-malu gitu ahaha.Pas bagian dia bales ucapan "Wo ai ni"nya Kouku lucu banget, saya bisa bayangin mukanya Kouki pas kaget. XD

    Walaupun hanya sekitar 100 orang yang hadir, tapi mereka tetap nampilin yang terbaik ya, plus fanservice-nya manis-manis ahaha. Saya masih penasaran dengan live mereka karena mereka belum pernah perform di Indonesia meskiput mereka juga berpartisipasi dalam Jrock Evolution kemarin, semoga dengan admin menyampaikan bahwa admin berasal dari Indonesia, mereka mau mempertimbangkan untuk datang kesini.

    Dan six-shotnya, saya iri min….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s