Not So K-pop Night Out at Music Matters Live 2013 24052013

Seperti tahun sebelumnya, Music Matters Live tahun ini juga menyediakan ruang untuk K-pop Night Out. Kalau tahun lalu showcase tersebut dijadikan pembuka, tahun ini justru ditempatkan sebagai penutup rangkaian Music Matters Live pada hari Jumat tanggal 24 Mei 2013 di panggung utama, The Fountain Stage. Hal ini mungkin disebabkan oleh keberhasilan sesi ini tahun lalu. Bahkan khusus untuk showcase ini penyelenggara membuat akun Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube tersendiri.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Untuk K-pop Night Out tahun ini dengan dukungan dari KOCCA (Korea Creative Content Media), Music Matters mendatangkan Lena Park, Park Juwon & Jeon Jeduk, AOA, SPICA, MIB, dan Eastern Sidekick. Masing-masing mewakili idol, band indie dan ikon musisi Korea. Sebetulnya judul K-pop sangat tidak menggambarkan showcase ini, karena ragam yang disuguhkan bukan hanya dari genre pop saja tetapi juga hip-hop, instrumental sampai rock. Showcase ini menjadi tempat bagi penonton untuk mengenal ragam musik Korea selain idol dan pop.

Kelihatan sekali penonton banyak yang menantikan showcase ini. Sejak siang sudah ada penonton yang bersiap mencari tempat di depan Fountain Stage termasuk juga RekON. Mereka membawa plakat dengan tulisan Korea dan tidak lupa menyaksikan penampil K-pop Night Out melakukan rehearsal. Semakin sore semakin banyak yang berkumpul di depan The Fountain Stage walaupun mereka tetap harus menunggu beberapa jam dan beberapa penampil sebelum showcase K-pop Night Out dimulai.

Berdasarkan jadwal, pukul 19.30 seharusnya waktunya untuk penampilan Pony Pony Run Run dari Perancis. Akan tetapi karena hal tertentu mereka tidak jadi tampil. Tiba-tiba beberapa anggota dari Eastern Sidekick naik ke panggung dan mulai memasang-masang alat. Padahal jadwal tampil mereka adalah urutan ketiga setelah AOA dalam sesi K-pop Night Out. Mungkin ada perubahan jadwal, begitu pikir RekON.

Kurang lebih selama 15 menit mereka memasang dan menyetel alat musik mereka, lalu kembali turun panggung digantikan pemain band pengiring Park Juwon & Jeon Jeduk untuk melakukan persiapan. Ternyata Eastern Sidekick hanya melakukan persiapan karena memang nantinya tidak ada waktu untuk melakukannya kalau showcase ini sudah dimulai. Sepertinya banyak yang berpikir seperti RekON juga, mulai dari Eastern Sidekick naik ke panggung semua penonton mulai merapat ke panggung. Termasuk juga penonton yang sejak awal hanya duduk saja padahal sudah ada beberapa band yang tampil.

Tepat pukul 20.00 K-pop Night Out dimulai, menunjukkan betapa disiplinnya penyelenggara, walaupun sebetulnya bisa saja waktunya dipercepat karena kekosongan dari band yang tidak jadi tampil. Mereka memilih untuk tetap menjalankan acara ini sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Ini juga terlihat di malam sebelumnya, ketika RekON menyaksikan penampilan Eastern Sidekick di HP Showcase.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Showcase malam ini dibuka dengan permainan gitar dari Park Juwon yang sangat terkenal dengan gaya permainan gitar gipsi. Dan benar saja dia langsung memainkan 2 lagu hits terbarunya dengan gaya gipsi-nya, yaitu soundtrack dari drama Incarnation of Money dan Fiesta of Sorrow. Kelincahan jari-jarinya memetik gitar sungguh membuat RekON terpukau. Kalau ONers pernah dengar Gypsi King, nah kira-kira seperti itu musik yang diberikan Park Juwon, namun jelas tanpa vokal hanya instrumen saja.

Setelah dua lagu dimainkan dengan cantik, Park Juwon memperkenalkan diri dan lagu-lagu yang baru dibawakan. Ketika sedang berbicara tiba-tiba ia tertawa sendiri. Ternyata dia menertawakan diri sendiri karena dalam perkenalannya ini, Park Juwon memang membaca dari skrip yang sudah disiapkan. Cara membacanya yang terpatah-patah membuat dia malu sendiri. Kemudian dia segera menjelaskan kalau dia hanya bisa sedikit bahasa Inggris, membuat penonton akhirnya tertawa juga bersamanya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lalu Park Juwon memanggil Jeon Jeduk ke atas panggung untuk membawakan 2 lagu Wind dan single dari album pertamanya, Night In Camp menggunakan harmonika. Kedua lagu ini lebih kental dengan nuansa jazz-nya. Walaupun permainan gitar Park Juwon tetap memukau, di kedua lagu ini kepiawaian meniup harmonika Jeon Jeduk yang menjadi highlight-nya. Kebanyakan porsi gitar Park Juwon menjadi pengiring, hanya di beberapa bagian lagu kembali ditonjolkan. Penampilan mereka ditutup dengan meng-cover tema lagu James Bond. Mungkin karena penonton lebih familiar dengan lagu ini, reaksi mereka pun lebih meriah. Tidak dipungkiri juga karena perpaduan keahlian dari gitaris dan pemain harmonika yang memesona.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

RekON sangat menikmati suguhan musik dari Park Juwon dan Jeon Jeduk, tapi akan lebih menyenangkan lagi kalau dalam posisi duduk seperti di kafe atau teater. Bentuk festival seperti ini tidak masalah sebetulnya hanya karena antusias penonton yang begitu tinggi, jarak antar penonton sangat dekat. Sehingga untuk bergerak mengikuti lagu RekON merasakan kesulitan. Padahal lagu-lagunya cocok untuk tarian penuh semangat ala gadis Spanyol.

Seusainya Park Juwon dan Jeon Jeduk, gadis-gadis cantik yang tergabung dalam A.O.A sudah bersiap di pinggir panggung. Penonton sudah bisa melihat kehadiran mereka dan segera mengelu-elukan nama mereka. Semua anggota A.O.A terkejut dengan reaksi penonton. Mereka tidak mengira akan mendapati banyak fans di festival ini. Wajah-wajah mereka terkejut namun mengisyaratkan kebahagiaan dan kebanggaan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

A.O.A membuka penampilan mereka dengan lagu debutnya Elvis, kemudian tanpa jeda langsung dilanjutkan dengan Temptation dan Love Is Over You. Ini adalah semua lagu dari single pertama mereka. Kemudian mereka menyapa penonton dengan bergantian menggunakan bahasa Inggris. Kali ini lebih baik dari Park Juwon, karena mereka tidak membaca dari skrip.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di kesempatan ini semua member berusaha berkomunikasi dengan penonton seperti melambaikan tangan dan membuat pose ‘heart’ karena memang selama penampilan mereka tidak bisa melakukan hal yang lain selain menari mengikuti koreografi yang ada. Setelah itu mereka melanjutkan dengan  lagu terakhir dari single kedua mereka Get Out.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Penampilan A.O.A terasa cepat dan begitu saja berlalu. Bukan penampilan mereka tidak bagus dan mereka tetap melakukan yang terbaik, tetapi RekON merasa tidak ada yang istimewa dengan penampilan mereka kali ini. Layaknya menonton empat video klip di TV, sangat tidak terasa live performance-nya. Mungkin jika dalam beberapa lagu mereka memperlihatkan kemampuan dalam format band akan lebih menarik. Memang kali ini Youkyung dan Seolhyun tidak bisa ikut hadir dalam K-pop Night Out sehingga mereka tidak bisa menggunakan format bandnya. Walau bagaimanapun bagi para fans penampilan terbaik mereka tetap ditunggu. Semoga di lain kesempatan A.O.A bisa memperlihatkan sisi lain mereka yang menarik.

Kini giliran Eastern Sidekick untuk memukau penonton. Setelah memasang semua alat musik dan persiapan mereka selesai, they’re ready to make us jump. Tanpa basa-basi mereka memainkan The Exciting Song disusul dengan Fight for Rainbow dan 저기목마른개왔다간다. Dengan melodi dan lirik yang repetitif, mereka sukses menghipnotis penonton.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah habis-habisan menggenjot semangat penonton, Eastern Sidekick memberikan sedikit waktu untuk penonton mengambil nafas dengan 다소낮음, lagu yang relatif lebih santai. Tapi tentu saja Oh Juhwan, vokalisnya, tidak bisa membiarkan penonton benar-benar santai. Tiba-tiba dia mengambil salah satu kamera untuk live streaming di Youtube dan mengarahkannya ke penonton. Bagaimanapun hasil sorotannya, bagi  penonton saat itu sangat berkesan, termasuk juga bagi RekON. Tidak membiarkan penonton santai berlama-lama, Eastern Sidekick mengakhiri penampilan mereka dengan lagu gila mereka, Mad Rooster. Seakan diberi mandat untuk menjadi gila, penonton seirama dengan Eastern Sidekick menggila mencapai puncak.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dibandingkan malam sebelumnya, Eastern Sidekick bermain lebih total malam itu. Berinteraksi dengan penonton juga bukan hanya di antara lagu namun juga di antara bait, membuat penonton bertepuk tangan dan bersorak-sorak. Meski dengan bahasa inggris yang terbata-bata, penonton tetap memahami dan bersemangat. Memang komunikasi tidak semata hanya melalui kata-kata tetapi juga bahasa tubuh dan niat. Walaupun tidak mengerti yang diucapkan, penonton memahami maksud mereka.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah panggung dipanaskan dengan penampilan dari Eastern Sidekick, sudah saatnya mata penonton dipuaskan dengan yang manis-manis. Spica membuka penampilan mereka dengan tembang balada berjudul Lonely. Kemudian mereka menyapa penonton dengan gembira dan dilanjutkan dengan lagu-lagu hits mereka, Pain Killer dan Russian Roulette. Pain Killer merupakan lagu favorit mereka, sedangkan Russian Roulette adalah lagu debut mereka.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah dua lagu hits mereka selesai, Spica menampilkan Potently lagu mereka sebelum debut dengan menggunakan live band. Di lagu ini mereka berlima berlomba menunjukkan kebolehan olah vokal mereka. Masih dengan menggunakan iringan live band Spica menyanyikan lagu I’ll Be There sebagai lagu terakhir mereka. Dengan free style dance yang ceria mereka seolah menyampaikan janji kepada fans kalau mereka akan selalu ada untuk fansnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Menonton penampilan Spica seakan menghadiri sebuah perayaan kelulusan, penuh keceriaan dan harapan. Ini didukung dengan karakter anggota mereka yang lincah dan menyenangkan. Walaupun mereka masih termasuk rookie tapi mereka menunjukkan bakat vokal yang luar biasa terutama Boa dan Haeri. Menonton mereka bagi RekON tidak seperti menonton grup idola yang masih baru, terasa mereka sudah bisa menguasai panggung.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saat yang ditunggu-tunggu tiba bagi penonton yang sebagian besar memang fansnya MIB. Sebagai grup yang sudah kedua kalinya tampil di K-pop Night Out, penonton dan juga RekON mengharapkan pertunjukan yang maksimal, dan itu mampu diberikan oleh MIB. Dengan percaya diri mereka masuk satu-persatu bergantian sesuai giliran mereka di lagu MIB가 나 가 신다 yang seperti lagu intro untuk mereka.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelahnya mereka langsung melanjutkan dengan lagu Money In The Building yang diiringi live band dan menjadikan malam itu serasa di klub. Untuk meredakan sedikit suasana mereka membawakan salah satu lagu cinta Hello Goodbye masih dengan diiringi live band. Tapi tidak lama kemudian mereka membawa kembali suasana klub itu ke Clarke Quay dengan lagu 난장판 yang aslinya dinyanyikan bersama dengan MFBTY. Tidak berhenti sampai di situ, sekarang saatnya penonton untuk mengangguk bersama dengan lagu Nod Along, single terbaru mereka. Tentunya penonton bukan hanya mengangguk saja tapi juga bernyanyi bersama. Bahkan penonton di sebelah RekON menyanyikan semua bagian hingga bagian rapnya dan sambil bergoyang juga pastinya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dengan lagu debut mereka D.G.M, MIB membuat penonton malam itu berpesta untuk penghabisan penampilan mereka. Sampai akhir penonton puas berdansa, bernyanyi bahkan ngerap bersama MIB. Memang tidak mengecewakan penampilan mereka untuk kedua kalinya di Music Matters Live ini. Tidak hanya interaksi dengan penonton saja yang mereka lakukan tetapi mereka juga membuat penonton berpartisipasi dalam penampilan mereka.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebagai penutup showcase K-pop Night Out yang meriah ini, Lena Park, solois kawakan dan satu-satunya malam itu meredakan suasana pesta dengan suaranya yang unik dan ringan. Dia membuka dan menutup penampilannya dengan lagunya yang berbahasa Korea, Urban Legend dan In Dreams.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Untuk penampilannya di Singapura ini, Lena Park khusus memilih lagu-lagu berbahasa Inggris. Terutama dia membawakan lagu favoritnya Ordinary dan juga meng-cover lagu Phil Collins kesukaannya Against All Odd. Karena lagu ini populer, banyak dari penonton yang ikut menyanyikannya bersama dengannya. Tidak lupa dia membawakan satu lagu berjudul Any Other Man, yang liriknya menggambarkan kerendahan hatinya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Seperti yang juga disampaikan Lena Park malam itu, mereka ingin menunjukkan pada dunia bahwa musik Korea bukan hanya grup idol dan Psy saja. Ada bermacam-macam yang bisa ditawarkan. Walaupun mereka tetap berterima kasih karena berkat grup idol dan Psy, dunia melirik musik Korea.

Penampilan Lena Park yang anggun sebagai penutup hari yang panjang membuat RekON sejenak melupakan kelelahan dan menikmati suasana di pinggir sungai Singapura. Tidak ada rasa menyesal, yang ada hanya ikrar bahwa tahun depan akan kembali lagi menyaksikan showcase ini.

 

Advertisements

One response to “Not So K-pop Night Out at Music Matters Live 2013 24052013

  1. Febri Arista // @fbrstasdrt // e-mail: febri21as@yahoo.com // [1] CD+DVD swo UNiTE

    Artikel Music Matters Live “K-pop Night Out” ini rinci banget min!~ artikel ini tambah menarik dengan adanya AOA /salah satu grup fav saya/ x)) karena saya ga nonton dari sana dan streamingnya juga ga nonton–. jadi, tau RekON mau nonton langsung dan bahas Music Matters jadi ngebantu banget kekepoan saya tentang aksi panggung AOA di Music Matters~

    Sayang banget AOA tdk tampil dengan ‘Band’nya mungkin kalo di mix dengan bandnya aksi panggung AOA dapat lebih menarik ya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s