Whom we’ve discovered through Music Matters 2013 220513-240513

Selama tiga hari, 22-24 Mei 2013, di Clarke Quay, Singapura, RekON seperti menemukan dunia baru. Bukan, bukan karena negaranya, bukan karena tempatnya, bukan juga karena bahasanya, tapi karena suguhan musisi dari Music Matters Live 2013. Music Matters Live adalah bagian dari serangkaian acara Music Matters, sebuah konferensi musik Asia Pasifik yang mempertemukan pihak-pihak yang berperan dalam industri musik, mulai dari label, manajemen artis, promotor, media dan musisi. Music Matters Live sendiri merupakan saat bagi para musisi untuk mempertunjukkan kebolehannya kepada label, manajemen artis, promotor dan media untuk bisa mendapatkan tawaran menarik.

Sesuai dengan tema Music Matters Live tahun ini, Who will you discover?, musisi yang ditampilkan sebagian besar belum punya nama besar di kancah internasional tetapi sudah ada fansnya tersendiri, terutama di negaranya. Oleh karena itu selama 3 hari festival yang disponsori oleh HP ini, RekON menemukan banyak musisi Asia yang tidak disangka dan membuat penasaran, antara lain GAC (Indonesia), Indus Creed (India), Eastern Sidekick (Korea), dan Trash (Taiwan),

Jujur RekON datang ke festival ini terutama untuk event Kpop night Out dan J-Rock Matters. Namun musisi-musisi yang sudah disebut di atas tidak bisa begitu saja RekON lewatkan untuk dibagikan disini. Kali ini RekON khusus berbagi tentang mereka.

GAC

Sebagai perwakilan dari Indonesia, RekON sangat ingin sekali melihat bagaimana penampilan mereka. Walaupun penampilan mereka bisa dengan mudah dilihat di Indonesia maupun akun Youtube mereka, yang membuat RekON penasaran adalah bagaimana penampilan live mereka terutama di depan penonton asing.

jemuzz_mmlive2013_GAC1

GAC adalah grup vokal berbasis R&B. GAC diambil dari inisial nama ketiga personelnya yaitu, Gamaliel, Audrey dan Cantika. Mereka bertiga awalnya hanya melakukan keisengan dengan mengunggah video mereka menyanyikan lagu popular ke akun Youtube mereka. Ternyata reaksi terhadap video-video mereka positif sehingga menarik minat sebuah label besar Sony Music Entertainment untuk mengeluarkan sebuah single pertama berjudul Putus Saja pada tahun 2010.  Mereka berada di bawah naungan Sony sampai sekarang.

Di Music Matters Live GAC dijadwalkan tampil tiga kali, yaitu  di Fountain Stage dan China One pada tanggal 22 serta di Fern & Kiwi dalam rangkaian HP Showcase pada tanggal 23. Setelah menyesuaikan jadwal, RekON berkesempatan untuk menonton penampilan mereka di China One.

Ketika RekON datang tidak banyak memang penonton yang datang. Selain karena merupakan hari kerja, waktunya pun sudah sangat malam pukul 23.00. GAC merupakan penampil terakhir di bar tersebut. Walau sedikit yang datang, mereka merupakan fans  yang memang menunggu untuk melihat penampilan GAC.

P5220110_Bob

GAC tampil hanya ditemani seorang pemain gitar akustik. Sedangkan untuk beat-nya Gamaliel menggunakan loop dan ber-beatbox. Mereka menyiapkan empat lagu untuk penampilan kali ini, namun karena permintaan penonton mereka menambah satu lagu untuk encore. Menurut RekON, GAC memang lebih cocok dengan format akustik, karena itu menonton penampilan live mereka selalu menyenangkan. Walaupun tidak banyak yang menonton dan di negara asing, energi yang dikeluarkan tidak berkurang sedikit pun. Mereka bisa membangkitkan suasana bahkan mampu mengajak penonton untuk bernyanyi bersama. Salut untuk GAC!

Indus Creed

Jujur saja ketika akan melihat penampilan Indus Creed di Music Matters Live, RekON tidak tahu sama sekali tentang mereka. Tapi dengan mengetahui mereka berasal dari India saja sudah mengundang rasa penasaran. Tinggal di Indonesia, India yang RekON tahu hanya melalui Bollywood, termasuk juga lagu-lagunya. Karena itu  Indus Creed sungguh mengundang rasa penasaran.

RekON menyaksikan penampilan mereka di Fern & Kiwi dalam rangkaian HP showcase. Ketika sampai Indus Creed sudah memulai penampilan mereka dan bar yang tidak kecil ini sudah dipadati penonton. Mayoritas penonton memang ber-ras India, namun mengingat Singapura 1/3-nya dihuni oleh orang India, RekON tidak merasa aneh. Malah ini menunjukkan Indus Creed mempunyai nama besar di negara asalnya.

P5230346_Tom

Sebelum mendengar mereka, RekON agak takut nih. Takut mendengar nada atau suara aneh karena yang terbayang di lagu-lagu di Bollywood. But na ah ah, kekhawatiran RekON salah! Bisa dibilang musik yang mereka bawakan sesuai dengan namanya, seperti band Creed tapi dari India. Ternyata mereka ini band rock kawakan di India sana. Sudah ada dari tahun 1984 dengan nama Rock Machnine, kemudian baru berganti nama menjadi Indus Creed pada 1993. Namun sempat vakum pada tahun 1997. Baru mereka mulai aktif lagi tahun 2007 sampai sekarang.

P5230353_Lucas

Di Music Matters Live mereka membawakan lagu-lagu hits mereka, dan juga lagu dari album terakhir mereka di tahun 2012 berjudul Fireflies. Di panggung mereka sempat mengatakan kalau mereka sedikit grogi karena sudah setahun tidak bermain di panggung live lagi. Tapi sepenglihatan RekON tidak terlihat dan terdengar kegrogiannya kok.

Eastern Sidekick

Garage band dari Korea ini adalah satu-satunya perwakilan dari Korea yang mendapat kesempatan tampil 2 kali di Music Matters Live kali ini. Sebagus apa sih band yang sampai dapat kesempatan berbeda dibanding yang lain. Kalau kamu penasaran, RekON sangat penasaran sekali pakai banget. (Wah, ketauan deh biasnya :p)

P5230462_Bob

Hari Kamis malam, sebelum pukul 23.30 waktu Singapura, RekON sudah siap di Fern & Kiwi menunggu penampilan Eastern Sidekick. Mereka sedang melakukan rehearsal dan sudah siap sebelum pukul 23.30. Tetapi memang staf Music Matters sangat ketat, mereka tetap baru boleh main sesuai jadwalnya walaupun hanya beda 10 menit.

Ketika sudah waktunya mereka naik ke panggung dan tanpa basa-basi langsung memainkan lagu mereka. Malam itu layaknya pemanasan buat penampilan mereka di Kpop Night Out esok harinya. Mereka menyiapkan setlist yang sama persis baik jumlah maupun urutan lagunya. Karena Kamis malam adalah penampilan mereka yang pertama, mungkin ada sedikit rasa grogi terutama terlihat di vokalisnya, Oh Juhwan. Selama penampilan mereka, ia berusaha berkomunikasi, namun dengan bahasa Inggris yang sekadarnya. Tampak penonton tidak terlalu nyambung dengannya.

P5230460_Lucas

Yang sangat mengejutkan, ditengah lagu “화난수탉” (Mad Rooster), Oh Juhwan turun dari panggung, menghampiri seorang penonton wanita dan bernyanyi di depan mukanya. Ternyata wanita tersebut memang penggemar mereka. Ini RekON ketahui karena pada saat Eastern Sidekick selesai, RekON bertemu dengan Oh Juhwan untuk meminta tanda tangannya, dan wanita tadi bertanya pada RekON kesediaan Oh Juhwan untuk foto bersama.

P5230477_Bob

Music Matters Live 2013 adalah penampilan pertama mereka di luar Korea sejak dibentuk 4 tahun lalu. Mereka baru mengeluarkan satu album penuh bertajuk The First. Mereka adalah artis dibawah label indie FLUXUS MUSIC, bersama dengan Clazziquai Project, Handsome People dan Urban Zakapa.

Trash

Berhubung Kamis malam itu Trash tampil sesudah Eastern Sidekick, tidak ada salahnya RekON menonton penampilan mereka malam itu. Bukan berarti RekON hanya ingin menonton karena kebetulan saja waktunya, tapi memang RekON sangat ingin tahu juga dengan band asal Taiwan ini.

Seperti juga dengan India, RekON hanya tahu musik Taiwan ketika Meteor Garden sedang booming di Indonesia. Selebihnya hanya lagu-lagu balada yang sering didengar. Sedangkan Trash ini adalah band dengan gaya Brit-pop dan grunge. Bagaimana band Taiwan yang dibentuk tahun 2009 ini mengadopsi gaya tersebut menggelitik rasa ingin tahu RekON.

P5230522_Tom

Malam itu mereka terkesan lebih santai penampilannya. Mungkin ini juga karena pengaruh tidak ada penonton sama sekali, mengingat mereka tampil jam 00.30 dini hari. Penonton yang ada memang pengunjung bar tersebut, bukan yang khusus ingin menonton penampilan mereka. Walaupun demikian mereka tetap memberikan yang terbaik, terlihat dari energi yang mereka keluarkan membuat semangat walaupun RekON tidak tahu sama sekali lagu yang mereka bawakan. Hanya sedikit ada ketidakrapihan permainan drum di akhir lagu terakhir. Mungkin kelelahan karena pukul 22.30 sebelumnya mereka juga tampil di tempat lain.

P5240832_Bob

Tapi penampilan mereka esok harinya sangat memuaskan kok. Kebetulan, lagi-lagi, Trash tampil sebelum acara Kpop Night Out dimulai, sehingga RekON bisa melihat penampilan mereka sekali lagi. Musik yang cukup mudah masuk ke telinga dan suara sang vokalis A-yeh yang serak membuat penampilan mereka diterima oleh penonton.

P5240813-1_Bob

Di hari Jumat penampilan mereka berbeda dan lebih komunikatif. Terutama ketika di lagu Sucker mereka berhasil mengajak penonton turut serta dalam lagu, padahal penonton saat itu mayoritas menunggu penampilan dari musisi Korea.

Tahun depan siapa ya kira-kira musisi yang akan RekON temukan? Jadi tidak sabar nih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s