PENGALAMAN MENONTON KONSER VISUAL KEI ‘UNDERGROUND’ (BAGIAN PERTAMA) 27122012 & 29122012

Salah satu tujuan utama RekON ke Jepang di akhir tahun 2012 adalah menonton band-band visual kei langsung di ‘negara asalnya’, malah tepatnya langsung di live house-live house yang ‘membesarkan’ mereka.  Sudah lama RekON penasaran setiap kali membaca jadwal manggung yang menyebutkan nama tempat-tempat yang betul-betul tak terbayangkan seperti apa wujudnya sebelumnya oleh RekON: AREA Takadanobaba, EDGE Ikebukuro, BLACK HOLE Ikebukuro

Memang pada tanggal 26 Desember 2012 RekON telah berkesempatan menonton minikonser + hi-touch UNiTE (yang akan RekON ceritakan lain kali), namun acara tersebut diselenggarakan di CUT UP Studio, tempat manggung yang terletak di lantai bawah tanah Tower Records.  Saat itu RekON sudah terbengong-bengong melihat seperti apa rupanya fans VK Jepang.  Dibandingkan dengan penonton Indonesia yang menggila selama penampilan UNiTE dalam J-Rock Evolution 2012 di Jakarta bulan Oktober lalu, penonton UNiTE di Jepang cenderung pasif dan inginnya bergerak seragam.  Apakah memang seperti ini keadaannya di negara ini?

Berikut ini ringkasan pengalaman RekON mencicipi dunia visual kei di Tokyo…

CYBER IKEBUKURO: SESAK!

Acara pertama yang RekON datangi adalah Not Money: TERRORISM Vol. 1 yang diselenggarakan di CYBER Ikebukuro.  “Itu tempat lama,” kata Matt, seorang penggemar VK dari Amerika Serikat yang bertemu RekON beberapa hari kemudian.  “Kecil kan?”  Iya, memang.  Terus-terang RekON terkejut sekali ketika akhirnya menemukan CYBER terselip di antara sejumlah love hotel di salah satu jalan kecil tak jauh dari department store PARCO Ikebukuro.  Saat itu masih siang.  Tidak ada antrian di depan pintu CYBER.  RekON langsung masuk setelah sekilas membaca nama-nama band yang dijadwalkan tampil di sebuah papan di samping pintu masuk.  Bukan nama-nama terkenal.  Hanya sebagian anggota session band yang RekON tahu adalah anggota band lain yang sudah lebih ternama, itu pun RekON hanya tahu nama.

Acara ini kebetulan gratis.  Kita hanya perlu membayar uang first drink sebesar 600 yen di loket kecil yang terletak sebelum tangga turun.  Tangga turunnya saja sempit sekali, dan keadaan di dalam sungguh remang-remang.  Sewaktu membuka pintu di ujung tangga, terkejut betul RekON mendapati live house kecil itu sudah nyaris penuh sesak.  RekON mengedarkan pandangan.  Semuanya perempuan.  Kebanyakan tampak masih sangat muda.  Belakangan, sewaktu salah seorang anggota band menanyakan “Apa ada yang masih sekolah di sini?”  Cukup banyak yang mengangkat tangan.  Siang-siang begini mereka bolos, atau memang sudah liburan?

tyas_291212_Cyberdoor_Tokyo

CYBER betul-betul kecil, meskipun tatasuara dan tatalampunya bagus.  Di satu sisi ada panggung, dengan lantai untuk penonton di depannya.  Di sisi kiri, ada bar kecil dan toilet.  Untuk anggota band lain atau manajemen yang ingin menonton band yang sedang tampil, disediakan balkon yang juga sempit.  Anggota-anggota band ini kalau mau masuk juga harus dari pintu depan, bertubruk-tubrukan dengan penonton yang berdiri di lorong yang sempit.  Suasana kurang nyaman.  Bukan artinya kotor atau ada orang jahat atau apa.  Semata karena sempitnya bukan main.

RekON semakin bengong melihat penonton yang bagi RekON benar-benar pasif.  Iya sih, band-band yang tampil itu masih baru, masih mencari crowd, sebagian juga masih tampil ragu-ragu, penggemarnya pasti masih sedikit, tapi kalau sampai seisi ruangan diam saja, tidak bertepuk-tangan atau sekadar mengeluarkan suara-suara apresiasi, rasanya aneh saja buat RekON.  Penonton yang berada di baris-baris depan juga tidak segan duduk di lantai bila tidak merasa tertarik kepada bandnya.  Ya, bikin kesal saja, mereka tidak mau menonton, tapi juga tidak mau kehilangan posisi, tidak memberikan tempat bagi penonton lain yang mungkin ingin maju agar melihat lebih dekat.  Ditambah duduk itu memang memakan tempat.  Akhirnya banyak juga penonton yang belum bisa masuk.

Ah.  Soal posisi berdiri.

Mungkin kita sudah sering dengar mendengar bahwa baris pertama penonton dalam konser VK di Jepang diperuntukkan bagi penggemar berstatus ‘elit’.  “Mereka sudah harus mengikuti band itu sedari awal,”  Seorang gadis dari New York yang tinggal di Jepang dan kerap menyambangi konser-konser VK menjelaskan kepada RekON.  “Dan susah sekali kalau mau bergabung dengan mereka.  Baris kedua dan ketiga untuk penggemar yang juga sudah cukup lama.  Aku pernah maju ke baris satu karena suka sekali pada bandnya. Aku dipelototi, pasti dipikir ‘Orang asing norak’.  Itu pun aku cuma dikasih berdiri di paling ujung.”

Gadis-gadis di baris satu memang memegang peranan penting bagi suatu band.  Merekalah yang mencontohkan gerakan-gerakan bersama/furi dan memimpin sorak-sorai bagi para penonton lain.  Sebagian band punya jejeran penggemar dan rangkaian furi yang menarik sekali sehingga saling melengkapi.  Banyak juga yang biasa saja.  Yang sering membuat RekON bingung adalah bila suatu lagu masih baru atau tidak/belum ada furi-nya, lha bahkan fans di baris satu sampai tiga pun diam saja.  Menggoyangkan badan mengikuti irama saja hanya nyaris tidak.  Berdiri diam saja seperti patung.

“Kuncinya kalau di konser begini, ikuti saja penonton lain melakukan apa,” papar gadis New York itu lagi.  Hmm, RekON daripada bingung, ambil tempat di ushiro (belakang) saja deh.  Bagian belakang live house biasanya lebih ditinggikan daripada floor.

RekON hanya tiga jam kuat menonton di CYBER saat itu.  Dan hanya satu nama band yang nyantol dalam ingatan RekON, yaitu Sharon.  Itu pun karena mereka menunjukkan CD mereka di panggung.  Yang lain berlalu begitu saja.  Diperparah dengan kenyataan bahwa pertunjukan di live house kerap kali tidak memberikan (bocoran) rundown yang menunjukkan siapa tampil setelah siapa.

tyas_291212_Cyberboard_Tokyo

RekON keluar dari CYBER untuk beristirahat dulu.  Ketika RekON mencoba kembali lagi, ternyata antrian masuk sudah panjang sekali, mengular sampai ke jalan sebelah.  Kali ini yang mau masuk harus menunggu ada yang keluar dulu dari dalam.  Antriannya tertib sih, tapi RekON merasa sudah terlalu lelah untuk mengantri lama-lama seperti itu.  Ya, meski bayarnya hanya 600 yen.  Highlight RekON hanyalah melihat Jun, gitaris brick break, datang mengayuh sepeda dan mengenakan topi merah.  Setelah memarkir sepedanya, ia buru-buru masuk ke dalam CYBER.  Kebetulan memang Lea, vokalis brick break, dan Sukekiyo yang merupakan support drummer band sampingan Jun, kiss my way, bermain untuk session band malam itu.

RekON berharap, pengalaman RekON berikutnya lebih menyenangkan…

EDGE IKEBUKURO: LIVE HOUSE YANG BEGINI SIH, ENAK!

Sehabis menonton di CYBER sebenarnya RekON sempat menonton Muddy Apes dan ART-SCHOOL di O-EAST Shibuya, sebuah live hall yang sangat bagus.  Karakter penonton juga beda dari karakter VK – penonton Muddy Apes lebih seperti penonton rock pada umumnya, bebas, asyik berteriak dan bertepuk tangan seru.  RekON jadi merasa agak malas bila harus kembali ke antara penonton VK.  Tapi RekON sangat ingin menonton ALSDEAD.  Maka hari itu, tanggal 29 Desember, RekON berangkat juga mencari EDGE Ikebukuro.

Kalau dari peta sih, seharusnya jaraknya tidak jauh dari stasiun Ikebukuro.  Tapi beberapa kali RekON memutari blok-blok yang tertera di peta, kok tidak ketemu ya tempatnya?  Saat RekON sedang bingung-bingungnya begitu, RekON melihat seorang cowok agak gempal berambut pink.  Ia juga tampak seperti sedang mencari-cari tempat.  Ia membelok ke lorong salah yang sama dengan RekON tadi, tampak mengingat-ingat, lalu menyeberang jalan.  RekON berdasarkan firasat saja mengikutinya.  Ah!  Ternyata dia menuju ke sebuah gedung dan menghilang masuk lift.  Saat RekON cek papan nama gedung tersebut, benar, ternyata di sinilah EDGE terletak.  Di B2, lantai bawah tanah kedua!

Dengan pede RekON mengikuti jejak cowok tadi masuk lift dan menekan tombol B2.  Begitu pintu lift terbuka di lantai tujuan… lho?  Mana live house-nya?  Yang RekON dapati adalah sebuah ruang putih terang-benderang, pintu hitam besar, rundown yang tertempel di dinding, sebuah pintu setengah terbuka menuju ruangan lain di mana RekON melihat sejumlah musisi VK sedang bersiap-siap.  Ini di mana?

Seorang staf EDGE bergegas menghampiri RekON.  Ia bertanya dalam bahasa Jepang, “Mau ke mana? EDGE?”  RekON mengangguk sambil meminta maaf.  “Bukan lewat sini.  Ayo.”  Ia pun mengantarkan RekON kembali naik lift, dan menuju tangga.  “Kalau mau masuk EDGE, lewat situ.”  Oh.  Aduh, maaf ya Pak.  Turis nih.  Tapi ya, lumayan, malah jadi ke balik panggung EDGE, hehehe…

tyas_291212_edgestairs_Tokyo

EDGE merupakan live house yang masih tergolong baru.  Tempatnya hanya muat untuk 200-250 orang, namun memang lebih luas dan terdesain lebih bagus daripada CYBER.  Saat menuruni tangga ke B2, kita disambut poster bertandatangan dari band-band yang pernah tampil di EDGE.  Di pelataran pertama, menanti mbak-mbak penjaga karcis di mejanya.  Dua kali RekON ke situ, dia selalu bertanya ramah meskipun tak lancar berbahasa Inggris, “What band you like?”  Kali ini RekON jawab, ALSDEAD.

Turun sedikit dari pelataran penjual karcis ini, ada pintu masuk ke sebuah ruang yang tidak luas.  Di sinilah biasanya ditata meja-meja tempat penjualan merchandise.  Juga ada pintu ke dapur di mana kita bisa membeli makanan.   Satu pintu di ujung lorong kecil mengarah ke backstage, satu lagi membatasi ruang depan ini dengan satu lagi ruang kecil yang menuju ke toilet dan aula pertunjukan.

Tatasuara dan tatalampu EDGE bahkan lebih dahsyat lagi daripada CYBER.  Bar terletak di pelataran ushiro bersama-sama boks engineer.  (Ngomong-ngomong, banyak lho engineer di live house-live house Jepang yang berjenis kelamin perempuan.)  Oh ya, di live house Jepang, harga tiket sudah termasuk satu kali minum.  Tidak melulu minuman beralkohol, karena live house juga tahu banyak penonton VK yang masih berusia di bawah umur.  Kita bisa memilih air putih, susu soda, teh oolong, atau minuman tak beralkohol lainnya sesuai menu yang tersedia.  Nanti tiket kita akan dicap sebelum dikembalikan oleh penjaga bar.

RekON tiba tepat sekali ketika JokArt au Legal baru menyelesaikan set mereka.  RekON hanya sempat melihat mereka memberi salam kepada penonton sebelum menghilang ke balik panggung.  Wah, sayang juga, tapi RekON pakai tersesat sih.  Dalam acara beramai-ramai seperti ini, biasanya satu band diberi waktu sekitar setengah jam.  Di antara penampilan dua band, tirai panggung akan ditutup, agar kita tidak bisa melihat persiapan band berikutnya.  Waktu persiapan ini kira-kira 20 menit.  Pada saat itu, dilakukan penjualan merchandise band yang tampil sebelumnya.  Ini juga kesempatan kita memberikan hadiah yang kita peruntukkan bagi band tersebut kepada staf yang menjaga merchandise.  Bila beruntung, terkadang anggota band sendiri yang menjadi penjaga stan.

Setelah JokArt au Legal, tampil Tokyo Quartet.  Penyanyinya, Kiyoto, adalah cowok gempal berambut pink dan berkacamata yang RekON jumpai tadi.  Band ini membuka penampilan dengan menari ala boyband diiringi musik playback.  Mereka juga berpura-pura menyanyi, kecuali si penyanyi yang tidak hanya menggerakkan bibir mengikuti nyanyian yang telah direkam.  Sempat RekON kira band ini bakal seperti Golden Bomber yang berat sisi melawaknya.  Ternyata tidak.  Begitu lagu pengantar ini usai, mereka pun mengambil posisi dan instrumen masing-masing, lalu mulai membawakan set mereka.  Furi mereka lucu-lucu sekali!  Ditambah lagi para penggemar di baris pertama mengenakan haori berwarna-warni dan membawa kipas yang menjadi penyemarak furi mereka.  Segar sekali melihatnya.

Setelah Tokyo Quarter, ada TRUST dengan vokalisnya, Yua.  Kalau didengar di rekaman mereka sih, suara Yua terdengar cempreng.  Namun di panggung dia tampil garang.  Salah satu perintah yang band ini keluarkan adalah agar para fans di baris pertama membungkuk melewati pagar pembatas depan.  Lalu para fans di baris kedua dan ketiga diperintahkan menabrakkan badan ke punggung fans di baris pertama.  Yua berteriak-teriak memanggil-manggil dengan seram, “Koi yo!  Koi yo!  (Ke sini!)”  Ia bahkan turun ke floor dan menarik atau mendorong penonton yang berada di tengah untuk ikut maju menabrakkan diri ke depan.  Sejumlah penonton tampak ketakutan atau enggan, tapi menurut saja.  Yua juga melotot dan memanggil-manggil agar fans di ushiro (belakang) turut maju.  Namun kami yang di belakang hanya cengar-cengir.

Ternyata aksi ini cukup lazim dalam konser-konser VK, hanya saja yang RekON lihat paling parah dan paling panjang berlangsung ya adalah saat TRUST ini.

Setelah TRUST ada ELM dengan dandanan ala vampir dan monster Frankenstein.  RekON yang masih terenyak akibat keganasan aksi panggung TRUST jadi tidak merasakan band ini terlalu istimewa.  Mungkin memang itu risiko tampil sehabis band yang tampil amat menggelegar.

Giliran berikutnya adalah Codomo Dragon dengan kostum mereka yang didominasi warna biru.  Mereka juga asyik dan cukup menarik perhatian RekON, meskipun sebelumnya RekON tidak tahu apa-apa mengenai band ini.  Penyanyinya, Hayato, menjulur-julurkan lidah melulu, membuat admin menjadi ingat komodo.  Mungkin seharusnya ini band diajak ke Pulau Komodo biar lihat komodo betulan nih…

tyas_291212_Allsdeadposter_Tokyo

Akhirnya tiba juga band yang paling RekON nanti hari itu, ALSDEAD!  Gadis Amerika yang sempat mengobrol dengan RekON menarik RekON ke bagian depan pelataran ushiro agar RekON mendapatkan pemandangan yang lebih baik.  “Sini, sini!  ALSDEAD!”  Dan sungguh, ALSDEAD benar-benar tidak mengecewakan harapan RekON!  Mereka tampil eksplosif membawakan 5 lagu: Regret, Hacktivism, Peggy-O, Distrust, dan FLASHBACK.  Suara Maki sang vokalis sungguh dahsyat.  Namun yang paling memikat RekON ya basisnya, Yosuke, yang sangat enerjik.  Ia tak putus tersenyum sambil memainkan bass, dan berlari-lari bertukar posisi dengan Shin sang gitaris.

Yosuke juga banyak bicara.  Ia pun membuat penonton tertawa ketika sebelum Peggy-O, ia meminta penonton untuk meninju ke udara sambil berteriak “Peggy-O!” ketika lagu itu dibawakan.  Dicontohkan beberapa kali, ternyata yang mengikutinya tidak banyak.  Yosuke sampai mengatupkan tangan dan memohon-mohon, “Nanti lakukan yang dicontohkan itu ya, onegaishimasu!  Onegaishimaaasu!”  Bagaimana kami tidak tertawa melihat dia mengiba-iba begitu?  Akhirnya Peggy-O pun memperoleh sambutan meriah.

Tuntas set ALSDEAD, RekON buru-buru ke ruang depan.  Ah, beruntungnya!  Hari ini, Yosuke-lah yang menjaga stan merchandise.  Ia sangat senang sewaktu mengetahui RekON berasal dari Indonesia, dan menjabat tangan RekON.  (Rupanya kalau tahu fans berasal dari luar negeri, biasanya para musisi itu langsung mengajak salaman, mungkin karena bagi mereka ya itulah bentuk etiket sopan ‘orang luar negeri’.  Fans dalam negeri sendiri tidak dibegitukan.  Ya kita sih senang-senang aja, ya nggak.)  Ia melayani RekON membeli cheki – foto polaroid yang merupakan salah satu merchandise paling diincar dalam konser-konser VK sekarang. 

Band berikutnya adalah GAKIDO, band dengan 2 penyanyi.  Yang paling menyita perhatian RekON justru adalah seorang anak laki-laki kecil yang rupanya penggemar berat mereka.  Ia menonton di pelataran belakang, digendong ibunya.  Ia tampak sangat bersemangat.  RekON memang sempat melihat anak kecil itu dan ibunya menunggu cukup lama di ruang penghubung aula dengan toilet, tapi RekON tidak mengira ia datang untuk menonton.  RekON kira mungkin dia anaknya staf atau anggota band.  Memang sih RekON sempat melihat ia dengan manisnya memamerkan kumpulan cheki-nya kepada dua gadis yang mengajaknya mengobrol karena ingin tahu.  Rupanya betul-betul penggemar!

Bonus tak terduga RekON malam itu sebetulnya adalah GALEYD.  RekON tidak begitu kenal band itu, namun si gadis Amerika mengatakan ia sangat menggemari GALEYD.  Bahkan sewaktu tahu band kesukaan RekON adalah Chemical Pictures, ia memberi tahu RekON:  “Ini anggota GALEYD ada dua yang bekas Chemical Pictures.  Meku dan… Nikky atau Toki.”  RekON hanya mengernyit karena tidak merasa kenal kedua nama itu.  Ternyata setelah RekON cek, Meku dulu dikenal dengan nama Schwarz, salah satu gitaris awal CPS, sementara Nikky adalah Shota, drummer CPS sebelum Shiun!  Jadinya, meskipun RekON tak pernah menonton CPS (mereka bubar tepat pada hari itu juga di saat RekON menonton GALEYD)  RekON tanpa sengaja malah menonton band terkini dua bekas anggota/support mereka.

Penutup rangkaian band malam itu adalah DIV.  Sewaktu panggung masih dipersiapkan, Yua dan salah seorang personil TRUST lain masuk ke aula dan berdiri di pelataran belakang, di dekat RekON, untuk ikut menyaksikan penampilan DIV.  Seorang gadis yang melihat mereka mengacungkan dua jari tengah ke Yua dengan tampang sok asyik.  Yua dan temannya tidak menanggapi.  RekON heran sendiri, itu cewek berlaku begitu memang ada maksud ‘mengajak’ atau karena dia tidak tahu arti acungan jari tengah itu?

DIV pun memasuki panggung dengan kostum hitam-putih mereka.  Sepertinya hari itu yang paling banyak datang adalah penggemar mereka.  Band ini juga atraktif sekali, dan penggemar mereka tampak sangat bergembira-ria.  Ada aksi tabrak-tabrakan badan antar penggemar juga meski tidak segila saat TRUST.  DIV menyudahi set mereka dan menghilang ke balik panggung.  Penonton berteriak-teriak dan bertepuk tangan meminta encore.  Rupanya permintaan ini hanya bisa diajukan kepada band yang tampil terakhir.  DIV pun muncul lagi.  Sang penyanyi Chisa dan sang drummer Satoshi telah melepaskan jas putih mereka, memperlihatkan kemeja hitam yang mereka kenakan.  Encore pun dimulai, dan di lagu terakhir ini penonton benar-benar tampak kesenangan, menari-nari bahkan berlari-lari mengelilingi floor.

Setelah sempat agak kecewa karena pengalaman dengan penonton yang tidak menyenangkan di CYBER sebelumnya, pengalaman di EDGE yang memuaskan dari berbagai segi ini membuat RekON jadi ingin kembali lagi.  Tidak, saat itu RekON tidak punya rencana untuk kembali ke EDGE, karena incaran RekON berikutnya adalah acara tahun baru di AREA, Takadanobaba… Tak disangka, kaki RekON justru membawa RekON kembali ke EDGE di malam tahun baru…

tyas_291212_ChekiAllsdead_Tokyo

BERSAMBUNG

Written by: TP

 

Advertisements

5 responses to “PENGALAMAN MENONTON KONSER VISUAL KEI ‘UNDERGROUND’ (BAGIAN PERTAMA) 27122012 & 29122012

  1. Nama: Yudita Herwijayanti
    Twitter: @xxMACHIBITOxx
    e-mail: herwijayanti@gmail.com
    pilihan hadiah: [1] CD + DVD SWO (UNiTE)

    saya sangat menikmati artikel ini, begitu detil dan dapat membuat saya terhanyut seakan menikmati perjalanan secara langsung bersama RekON. Lebih dari itu, bagian favorite saya dalam artikel ini adalah ketika Yosuke menjabat tangan RekON dengan baik saat di stand merchandise, terlihat sangat hangat dan menyenangkan. Untuk keseluruhan, artikel ini adalah artikel paling favorite saya. Artikel ini pun memberi manfaat berbagi pengalaman untuk mengetahui bagaimana seluk-beluk dan kondisi club-club yang berada di Jepang sana. Artikel ini pun bisa juga menjadi sebuah acuan maupun pedoman bagi orang-orang yang (mungkin) ingin mengunjugi Jepang khususnya menonton di Club-nya 🙂 terima kasih banyak RekON atas artikelnya yang sangat bagus ^^

  2. Nama : Anastasia Octa
    Twitter : @Okuta_Otherside
    e-mail : okuta.otherside@gmail.com
    pilihan hadiah : [1] CD + DVD SWO (UNiTE)

    Cara membahas artikelnya menarik dan detail.Tiap-tiap kondisi dan suasana live house digambarkan secara jelas,lengkap dengan foto dari masing-masing live house yang dijelaskan dalam artikel.
    Bagian paling menarik dari artikel adalah saat tim RekON menjelaskan tentang bagaimana interaksi fans-fans terhadap band yang tampil. Bagian saat tim RekON disambut baik oleh Yosuke jg merupakan bagian yang menarik dari artikel ini.
    Secara keseluruhan artikel ini memberikan banyak informasi bagi saya 🙂

  3. Twitter ID: CArOLiNe_9209

    Maaf tadi baca yg kedua dulu baru baca yg part 1. Soal na excited pas liat topic na heheheee

    Wahh makasi ya kasih info ttg live house.
    Soalnya kadang ada live house yg kecil trus stage na ga tinggi. Jadi kalo aku yg tinggi badan na cuman 153 trus berdiri di belakang cuman kliatan kpala mereka doank.

    Kata teman ku, ada bberapa fans yang mw gantian posisi. Jadi salut sama fans2 jpg yang mau gantian tempat buat fans band lain yg lagi tampil, jadi ga takut ga kliatan.

    Yang status elite itu. =[ harus bayar biaya anggota elite tiap bulan. Kalo unite kalo ga salah 350 yen per bulan.

    Band vkei ada bbrp yg mengadakan live gratis itu enak banget. =[[[ ku juga pengen banget ke live house dari asal negaa vkei wwwww tapi blom kesampean.

    Kalo ku ada kesempatan pergi ku pasti bilang mrk kalo ku dari indonesia hahahaaa

    Pengen sekali2 ikutin anggota RekOn ‘tour konser’ fufuuuu ikut nerasain passion na band man n fans jepang n gila bersama mereka.

    Trus yg paling special yaitu: Cheki para member. TwT tapi cukup mahal bagi ku.

    Hadiah yg kumau Cd+dvd SWO -UNiTE

    Maaf ya usah comment posting yg ke 3
    Kali. Trlalu byk post yg ku demen. =P

  4. Nama: Avi Ratna Septiani
    Twitter: @spica_avi
    Email: chiakichuu@yahoo.com

    Pilihan hadiah: [1] CD+DVD SWO UNiTE

    Soal pasifnya penonton ini aku sedikit heran, dan kemudian muncul pertanyaan, apa lagu mereka nggak bagus? apa performance mereka tidak menarik? Sedangkan di Indonesia saja (nggak maksud buat banding-bandingin sih), misalkan yaa di acara macam bunkasai/matsuri yg biasanya ada penampilan dari band-band hasil audisi yg beberapa diantaranya juga bisa dibilang ‘belum dikenal’ (diantara penonton yg sering datang ke acara-acara jfest dalam kota) tapi kalau performance mereka bagus penonton juga antusias, apalagi kalo lagu yg dibawain ngebeat dan menghentak, pasti penonton juga nggak ragu lagi buat lompat-lompat dan ber-headbang mengikuti lagunya. nah kalo band yg tampil performancenya kurang bagus setidaknya penonton masih mau lah ngasih tepuk tangan walaupun cuma sebagai formalitas (karena kasian juga kalo ga ada yg tepuk tangan XD). Nah jadi apa yg bikin mereka begitu pasif? aku bingung XDa ah yaa mungkin mereka lebih tertarik mengamati wajah-wajah personilnya yg mungkin good looking hahaaa XDv

    Nah soal furi sama fans elit ini aku masih penasaran. Apa furi itu semacam wotagei gitu? XDa Agak awkward juga yaa kalo bandnya bawain lagu baru dan pastinya belum ada furi-nya kemudian penonton ‘lagi-lagi’ cuma diam. Mungkin mereka diam karena sedang merancang furi untuk lagu baru yg lagi dimainkan waktu itu (?) XDa

    RekON beruntung banget! Sekalinya nyasar, nyasarnya ke backstage 8D wohooo sempat bilang makasih nggak ke cowok gempal berambut pink yg ternyata vokalisnya Tokyo Quartet itu? wahahah XD
    Dan beruntung juga yg jaga stan-nya Yosuke! ><

  5. (cont)

    padahal itu nggak selalu yg jaga personilnya sendiri kan? Apalagi RekON barusan bilang terpukau sama Yosuke >< maaaaf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s